Farhan melangkahkan kakinya memasuki sebuah perusahaan yang menjadi tempatnya magang. Letak perusahaan ekspor-impor yang lumayan besar itu berada tidak jauh dari kampusnya. Kira-kira membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke sana. Begitu Farhan sampai, dia langsung disambut oleh Kiky yang kebetulan mendapat tugas di tempat yang sama. Kiky menahan tawa ketika melihat Farhan di lobby perusahaan. Kalau ini di tempat umum, mungkin Kiky sudah tertawa lebar. Tapi berhubung dia harus jaga sikap selama praktek, jadi sebisa mungkin Kiky menahan tawa cetar membahana kebanggaannya. “Halo, Boss!” seru Kiky girang. Farhan nyengir lebar. “Lo tumben nggak telat, Ky?” “Ya nggak mungkinlah gue telat. Secara gue juga udah punya alarm pribadi yang selalu siap berkokok mengganggu pagi gue yang ce

