"Mas, ambilin kantong es dong, Mas. Badanku mulai panas dan perih, jadi aku ingin menghilangkan sakitnya dengan kantong es." Aku yang tadinya hampir memejamkan mata di sofa seberang tempat tidurnya, langsung terjaga dan sambil menahan rasa sakit di kepala karena tidak bisa tidur dengan tenang, aku segera menarik nafas dan bangkit dari tempatku. "Esnya ada di kulkas, kantungnya tanyakan saja pada mama." Ah, aku malas sekali juga berhubungan dengan ibu mertua. Kupikir, dia sedang ada di kamarnya istirahat. Aku sungkan mengetuk pintu kamar wanita itu dan kembali mendapati kemarahannya. "Kenapa diam Mas? Akhir-akhir ini kamu sering melamun deh. Kamu sibuk mikir, seolah kamu kehilangan jati diri dan lupa dengan dunia yang ada di sekitarmu," ujar mila dengan ungkapan yang pelan namun menus

