43

1040 Words

Pagi menjelang, hangatnya matahari menghangatkan telapak kaki, tersadar diriku dalam rengkuhan Mas Kevin yang erat, perlahan ku buka mata lalu kupandangi wajahnya yang hanya berjarak beberapa centi saja dari wajahku. Masih tampan seperti semula, seperti saat pertama kali bertemu. Kuperhatikan wajahnya yang masih pulas dengan dengkuran halus yang terdengar teratur. Aku menggeliat perlahan, ada karung goni bekas mengangkut jagung yang dia gunakan untuk menyelimuti kakiku, sementara dia masih dengan celana jeans dan keadaan bertelanjang d**a. "Mas," bisikku membangunkan. "Ini sudah pagi, Mas," lanjutku. "Hmm...." Dia menggeliat, membuka mata lalu segera melepasku dari kedua tangannya. Dia nampak tak nyaman. Ada berdebar di hatiku, sementara lelaki itu menghindari tatapan mataku seolah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD