47

1159 Words

"Fat, aku tak bermaksud...." "Hmm, sudahlah, aku tidak ingin mendengar omong kosong. Aku baru sadar juga ya ... aku terjebak dengan orang yang salah. Dan wanita sebaik aku, harusnya bertemu dengan pria yang lebih baik," balasku sambil tersenyum santai. Begitu aku bicara dan meninggalkannya pria itu terdiam, pot itu terlepas dari tangannya, dan ia terduduk dalam kebingungan di kursi meja makan. Lima belas menit kemudian, pakaian-pakaian yang sudah kembali masuk ke dalam tas, laptop, buku, berkas, juga berbagai dokumen penting miliknya juga telah kukembalikan, aku tidak perlu menahan-nahannya lagi. "Ini barangmu, sudah semuanya," ujarku sambil tetap tersenyum dan menyerahkan semua itu padanya, tak mau kutunjukkan padanya bahwa hatiku hancur lebur dan rasanya mau menangis sekuat tenaga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD