Sepertinya, akhir akhir ini aku telah bersahabat dengan luka, aku memeluk dan menimang perasaan berdarah-darah seperti anak sendiri. Aku memelihara luka dan borok di hatiku dengan segala harapan bahwa Mas Kevin akan berubah dan mempertahankan keluarga kami. Aku telah membohongi diriku sendiri. Aku hidup dalam sandiwara dan ditipu mentah-mentah olehnya. Aku duduk termenung setelah berhasil mengantarkan anakku tidur, duduk termenung diri ini sambil memeluk lutut dan mengarahkan pandanganku ke arah jendela, air hujan jatuh dan mengenai kelopak mawar sementara hatiku makin hampa. Rinai hujan dan kelabunya mendung menambah kesuraman dalam hati ini. Sejak mengetahui dia melabelkan diri ini dengan menyamakanku sebagai hewan, aku terluka. Lalu aku mengetahui dia punya sahabat terdekat di hatin

