"Kenapa mendadak kau berubah jahat fat Apakah mendapatkan suami kaya membuatmu cenderung untuk sombong dan congkak!" "Kau pernah sesombong itu saat memamerkan calon istri barumu. Kau tahu Mas, aku merasa aku diambang maut saat menyaksikan suamiku memutuskan untuk meninggalkan rumah ini demi wanita lain. Aku sesak nafas setiap kali merindukanmu. Sakit hati Ini tiap kali melihat sudut rumah, di mana itu menyisakan kenangan tentang dirimu. Perih rasanya perasaanku, membayangkan suami yang selalu memelukku, kini berada dipelukan wanita lain. Pernahkah kau memikirkan semua itu!" Kini bola mataku mulai dibayang-bayangi oleh lelehan air mata yang akan menetes. "Apa kau membayangkan bagaimana aku menyiapkan makanan dengan tulus, tapi kau malah menyuapi kotak bekalmu pada wanita itu dengan penuh

