Kembali ke rumah sakit setelah mengurus segala sesuatu tentang pekerjaan dengan Mas Fadli, aku kembali mengurus segala keperluan untuk biaya administrasi dan operasi. Aku melunasinya dengan sejumlah uang yang tadi. Sebetulnya itu adalah jumlah yang besar, sebetulnya terbebani untuk mengambil lebih cepat uang sebelum melakukan pekerjaan, namun aku terpaksa mengambilnya demi menyelamatkan nyawa Mila. Usai membayar semua biaya, aku langsung ke kamar Mila untuk memberitahu kabar baik ini. Aku pergi ke sana dengan perasaan membuncah. Tapi bukan karena begitu senang tapi karena berhasil menjawab tantangan ibunya. "Assalamualaikum Tante."Aku mengucapkan salam kepada wanita yang tengah menyuapi istriku. Seperti biasa dia selalu memasang wajah tidak senang setiap kali melihatku. "Hhmm, kamu

