Sesusah mandi, aku mengenakan gamis dan mengeringkan rambutku, duduk di depan kaca Ria sambil memakai pupur dan lipstik. suamiku yang baru menggeliat dari tidurnya tersenyum menatap diri ini dari pantulan kaca. "Apa tidur Mas pulas?" "Tentu, ada boneka hangat dalam pelukanku," jawabnya tertawa. "Aku akan siapkan sarapan dan kopi Mas." "Aku masih ingin berbaring di sini." "Oh, jadi, kau ingin bermalas malasan?" tanyaku mendekat, yang mengulurkan tangannya menarikku, membuat diriku duduk di tepian tempat tidur. Ia lingkarkan tangannya di pinggangku dan membenamkan wajahnya ke pangkuan ini. "Entah kenapa, aku langsung jadi manja," desahnya, aliran napasnya terasa di pahaku. "Wajar seorang suami manja pada istrinya," jawabku sambil membelai rambutnya. "Lebih baik diam di sini dalam

