Secerah cahaya bulan yang mendaulat langit malam, begitu pula perasaan dan penantianku di kamar pengantin. Angin berhembus dengan desau seakan membangun suasana romantis antara aku dan malam ini. Sekali lagi, saat memandang bayang diriku di balik cermin, ada rupa seorang wanita dewasa dengan rambut tergerai dan wajah yang dipulas dengan riasan tipis. Mungkin, jubah tidur yang kukenakan dan menutupi sebagian kulitku sebentar lagi akan tersingkap oleh tangan halus seseorang. Mungkin sentuhan di kulit akan terasa menggetarkan hati, aku tak mengerti, yang pasti cerita tentang malam pertama tetaplah menjadi sesuatu yang mendebarkan. "Apa kau sudah tidur," ujar Lelaki tampan dengan senyum indah tersebut, beliau kembali setelah menghilang sore tadi karena ada urusan penting. Ditinggalkannya dir

