Kenyataan yang memang begitu menyakitkan yang telah lama di pendam oleh meraa , tanpa ada siapapun yang mengetahuinya Bukan karena meraa yang tidak ingin bercerita , tetapi meraa yang sama enggan untuk mengorek luka nya kembali. Siang itu ale dan meraa hendak berpamitan untuk pulang ke jakarta , karena sudah waktu nya mereka kembali pada rutinitas pekerjaan di ke eaokan harinya. Meraa yang tengah asik membereskan beberapa barang nya tak sengaja mendengar percakapan ale dengan seseorang di sebalik telfon nya. Dengan wajah yang begitu sangat sulit di artikan ale seperti menaruh rasa kecewa yang amat mendalam. Meraa mencoba mendekati ale memberanikan diri untuk bertanya tentang apa yang sedang terjadi padanya. Namun sebelum meraa mendekati nya , ibu meraa sudah terlebih dahulu memanggil

