Part 7

1224 Words
Ada perbedaan besar antara menginginkan dan mendapatkan sesuatu.. Karena cinta bukan hanya tentang mendapatkan.. Namun cinta juga tentang memberi.. ****** Meraa sangat terkejut dengan apa yang di katakan oleh ale , kenapa ale meminta nya untuk menikah. Apa ini juga sebagian dari rencana ale karena ia tidak ingin menerima perjodohan yang selalu di paksakan oleh surya. Namun bagai terkunci mulut ale pun bungkam untuk menjawab pertanyaan meraa karena di rasanya ia juga tidak mengerti dengan apa yang sedang ia bicarakan tadi. Meraa memutuskan untuk pergi ke dapur membantu ina menyelesaikan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. “ meraa bantu bu “ tawar meraa yang sedang melihat ina bersih-bersih di dapur. “ Tidak usah nyonya , ini sudah tugas ibu “ tolak ina sopan “ Dan kewajiban meraa buat membantu ibu “ terang meraa hingga membuat ina terkekeh geli. “ akhir nya tuan ale ingin menikah juga , ibu sempat khawatir karena tuan ale selalu menutup hati nya untuk wanita manapun “ ucqp ina kepada meraa “ Memang ale kenapa bu? “ tanya meraa penasaran , bagaimana bisa lelaki setampan dan sekaya ale tidak mau membuka hati nya untuk wanita manapun “ Dulu tuan ale sempat memiliki hubungan dengan seorang wanita dan dia cinta pertama bagi tuan ale. Tuan ale begitu mencintainya dan ketika tuan ale ingin melangkah pada hubungan yang lebih serius wanita itu malah menikah sama laki-laki lain. Karena pada saat itu tuan ale menolak untuk menerima semua harta warisan tuan surya. Dan wanita itu sangat kecewa saat melihat tuan ale menolaknya , dan mulai saat itu tuan ale menutup semua celah di hatinya agar tidak ada yang bisa masuk , namun saat ibu lihat ada nyonya meraa yang hadir di kehidupan tuan ale ibu sangat merasa bahagia. Bolehkah ibu meminta sesuatu pada nyonya? “ ina yang panjang lebar menceritakan masalalu kisah cinta ale yang begitu menyedihkan. “ Jangan panggil nyonya bu , aku sedikit rikuh. Emm selama aku mampu pasti aku akan mengabulkan permintaan ibu “ kata meraa dengan tatapan penuh keyakinan dan juga terlihat ada seuntai harapan yang ingin di sampaikan oleh ina. “ jangan sakiti tuan ale , karena sebenarnya dia sangat rapuh dan tidak punya siapa-siapa untuk mencurahkan semua beban nya “ pinta ina dan terlihat buliran airmata pun membasahi pipi nya. “ Aku berjanji bu , aku akan berusaha menjaga perasaan nya “ ucap meraa mantap lalu memeluk ina.. °°°°°° Ale yang masih sibuk mengotak-atik laptop nya tak tersadar jika ada meraa yang masih di rumah nya , dia sama sekali tidak memperdulikan meraa saat itu. Dan semua itu terekam jelas oleh surya , ada perasaan curiga karena perlakuan dingin ale pada meraa seperti memang tidak ada perasaan apapun pada mereka berdua. Meraa yang tengah asik menonton televisi di ruang tamu di kagetkan dengan kehadiran surya. “ sedang melihat apa meraa? “ surya yang tiba-tiba muncul dari belakang meraa dan kini duduk menyebelahi meraa yang tengah asik melihat televisi “ Ini kek film kesukaan ku , tayang nya gak pasti , tapi kalau sudah tayang meraa gak akan melepaskan pandangan meraa dari televisi kek “ jawab meraa yang begitu antusias. “ kakek harap kamu juga tidak akan melepaskan ale begitu saja “ ucap surya yang membuat meraa menjadi salah tingkah “ ma.. Maksud kakek? “ Meraa yang mendapati ucapan surya sedikit meraa ada rasa bersalah karena telah menipu surya dalam permainan ini. “ aku kenal bagaimana sifat ale , dan bagaimana masalalu nya dulu. Kakek harap walaupun ale tidak pernah memiliki rasa apapun terhadapmu , kamu mau tetap bertahan dan mencoba membuat ale merasakan hidup kembali “ kata surya yang memang langsung mengena pada meraa yang merasa sangat amat bersalah. “ meraa akan mencoba nya buat kakek “ ucap meraa dengan menggenggam tangan surya , seakan menandakan bahwa memang meraa akan bertahan untuk surya. “ Kakek sudah terlalu tua , lelah jika harus berdebat dengan anak itu “ surya yang mengeluh tentang apa yang dia rasakan terhadap ale. Dan meraa yang mendengar nya hanya mampu terkekeh .. Ale yang baru menyadari bahwa ada meraa di dalam rumah nya ia memutuskan untuk turun ke lantai bawah menemui meraa. Dan betapa terkejutnya ale saat mendapati meraa yang sedang bercengkrama dengan surya , pikiran ale sudah menjerumus ke hal-hal yang tidak bisa di nalar lagi. “ untuk apa si tua bangka mendekati meraa? “ umpat batin ale saat mendapati surya yang tengah asik berbicara kepada meraa , dan terlihat juga tatapan surya yang sangat tajam saat melihat ale yang sedang turun menuruni anak tangga. “ Biarkan meraa tidur di rumah , jangan bawa dia ke cv mu lagi dia akan menjadi nyonya besar di rumah ini “ ucap surya saat ale tiba di tempat mereka duduk. “ meraa , bisa ikut aku sebentar “ tanpa menjawab apa yang di katakan oleh surya , ale lebih memilih mengajak meraa untuk pergi mengikuti nya. “ Meraa pamit sebentar kek “ pamit meraa sebelum pergi meninggalkan surya dan mengikuti ale. Ale mengajak meraa ke halaman belakang rumah nya untuk membicarakan sesuatu hal yang menurut ale pantas untuk di bicarakan dalam perencanaan yang sudah di rancang oleh ale. “ aku tau jika apa yang kita lakukan ini berada di jalur yang salah , tetapi aku benar-benar meminta bantuan mu untuk hal ini “ pinta ale kepada meraa untuk tetap melanjutkan rencana nya. “ tapi terkadang ada rasa bersalah yang muncul dari hati ku , apa kita tidak menyakiti banyak orang nanti nya jika mereka semua tau jika semua ini hanya sandiwara? “ meraa yang angkat bicara mengenai perasaan bersalah yang sedari tadi sudah dia rasakan. Karena perkataan ina dan surya yang menaruh kepercayaan pada meraa untuk bisa memperjuangkan ale. Namun sedangkan dari ale pun tidak pernah merasa jika ada perasaan yang istimewa antara mereka. “ rasanya aku sungguh benar-benar tidak bisa “ ucap meraa dengan menundukkan kepalanya karena merasa ada yang memberontak dari jiwanya agar tidak masuk dalam rencana gila ini. Ale membalikkan badan nya dan mendekati meraa lalu memegang pundak nya hingga membuat sang empu nya mendongakkan wajah nya untuk melihat lawan bicaranya. “ aku benar-benar butuh bantuan mu , aku mohon “ ucap ale dengan menundukkan kepalanya di hadapan meraa. Entah perasaan apa yang hadir pada diri meraa saat itu , hingga ia berani memegang pipi ale dengan kedua tangan nya dan memberikan senyum tulus nya. “ Aku akan membantu mu sebisa ku , tetapi aku meminta kepadamu untuk tetap meminta ijin pada orang tua ku “ pinta meraa pada ale , walaupun pada akhir nya meraa juga akan tetap menipu orang tuq nya juga. Tetapi bagi meraa restu mereka lah yang paling terpenting. “ aku siap , kapan pun kamu mau kita pergi menemui orang tua mu “ ucap ale mantap. “ Jika saat ini aku melakukan hal yang di luar batas kita aku sungguh minta maaf “ meraa merasa sangat bingung dengan apa yang di katakan oleh ale. Seketika meraa terkejut ketika ale menarik tengkuk meraa dan mencium bibir ranum nya. “ Tahan sebentar , kakek sedang mengintai kita “ ucap ale di sela ciuman mereka yang sedang berlangsung. “ maafkan atas perlakuan ku “ kata ale saat melepas ciuman nya dan menempelkan kening nya pada kening meraa. Karena surya akan mencari lebih banyak bukti jika semua yang dinlakukan ale hanya lah berpura-pura agar dia terbebas dari perjodohan yang selalu di rancang untuk nya. “ jantung ku “ batin meraa yang terdiam karena perlakuan ale yang dengan tiba-tiba langsung menciumnya. Karena keterpaksaan untuk mencapai rencana yang sempurna. “ bagaimana bisa aku menciumnya “ batin ale yang juga merasa sedikit terasa aneh pada dirinya karena bagi ale cinta hanya lah sebuah untaian kata namun setelah bertemu dengan meraa baru ale menyadari kembali bahwa cinta adalah sesuatu yang bernilai hingga kadang pun ale ingin juga memiliki meraa seutuhnya. Ataukan rencana ini memang sengaja ale buat untuk menjerat meraa bukan kerena untuk membebaskan ale dari perjodohan gila yang selalu di rencanakan surya. Bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD