Haruskah aku menikah dengan seseorang yang tak pernah aku cintai??
****
Ale sangat mengumpat keputusan nya yang terlalu begitu sangat mendadak untuk mengajak meraa menikah.
Namun semua ini juga di karenakan desakan surya yang selalu ingin melihat nya menikah dan segera memberi pewaris bagi keturunan keluarga sanjaya.
Meraa meminta ale untuk menemui orang tua nya jika memang ia ingin menikahi meraa , walau meraa tau jika semua ini hanyalah permainan saja namun meraa sendiri pun tidak mau jika ia melangkah tanpa restu orang tua nya.
Pikiran meraa yang sangat kebingunggan saat ini , ia masih menyusun alasan apa yang pantas untuk di sampaikan kepada orang tua nya.
Pada dasarnya pun meraa masih memiliki dua adik yang harus menjadi tanggung jawab nya serta kebutuhan sehari-hari untuk keluarga kecil nya juga meraa yang menanggung.
Ale yang baru saja sampai di rumah tak sengaja melihat meraa yang tengah asik melamun di balkon kamar nya hingga tak menyadari kedatangan ale
Saat ale memasuki rumah ia tak mendapati seseorang pun , entah itu ina atau pun surya.
Ale menaiki tangga dan menuju kamar meraa , dan terlihat pintubkamar meraa yang sedikit terbuka.
Ale mencoba mengetuk nya namun tisak mendapat jawaban dari meraa yang tengah asyik melamun di balkon luar kamar nya
“ sedang apa dia sampai tidak mendengar ketukan pintu “ guman ale lalu memasuki kamar meraa dan menghampirinya
“ eeeehheeemm “ deheman ale sangat mengejutkan meraa yang sedang menikmati lamunan nya.
“ Eh bos , kapan datang? “ jawab meraa gelagapan saat mengetahui ale yang sudah ada di belakang nya.
“ lumayan lah , apa ada yang ingin kamu katakan sebelum kita melamgkah ke tahap yang memang tidak bisa lagi di ubah “
Ucap ale tanpa memandang meraa sama sekali , seakan-akan memang tidak peka dengan perasaan orang lain
“ Tidak , hanya saja aku khawatir dengan ..... “ kata meraa terhenti saat ale memotong ucapan nya
“ tidak ada yang perlu kamu khawatir kan , semua keperluan mu maupun keluarga mu aku yang menanggung nya.
Tanpa harus kamu membayarnya , soal orang tua mu aku sudah memikirkan nya.
Besok kita pulang ke rumah mu untuk meminta ijin “ terang ale yang sangat terlihat begitu sombong , seakan-akan memang tidak ada yang bisa menyaingi dia.
“ Bersiaplah “ meraa tidak menjawab semua pernyataan ale sama sekali namun hanya menanggapi nya dengan anggukan saja.
~~~~~~
Meraa sudah sangat siap untuk berpulang ke kampung halaman masih menunggu ale yang masih belum kelihatan batang hidung nya .
Apa mungkin ale lupa jika sudah membuat janji pada meraa atau ia memang sengaja mempermainkan meraa.
Meraa berniay untuk kembali ke kamarnya namun terhenti ketika mengetahui ale sudah ada di belakang nya dan membawa tas ransel.
Bukan ale yang seperti kemaren , hari ini ia terlihat seperti anak-anak yang ingin bepergian piknik.
“ Lucu “ batin meraa dan terkekeh saat melihat style ale.
Kaos polos berwarna grey dan di baluti jaket kulit berwarna hitam serta celana jeans yang senada dengan warna kaos nya dan memakai sepatu kets hitam.
Bagi meraa yang melihat ale pertama kali dwngan dandanan yang sangat amat lucu tidak sama sekali mencerminkan kewibawaan nya.
Ale yang mengetahui kekehan dari meraa langsung menyentil kening meraa tanda bahwa ale sangat tersinggung dengan kekehan nya.
“ Maaf “ permintaan maaf meraa pada ale karena sudah berani menertawai cara berpakaian nya saat ini.
“ ayo berangkat “ ucap ale dan memilih meninggalkan meraa di belakangnya dan meraa hanya mengikuti nya seperti anak bebek mengikuti induknya.
“ memamg kita mau naik apa bos? “ tanya meraa yang masih belum tau apa rencana ale.
“ itu “ tunjuk ale pada sebuah motor CBR kesayangan nya.
“ Hah? “ meraa yang sangat terkejut dengan kendaraan apa yang akan di pakai nya untuk menuju ke rumah nya.
Meraa sangat memaki ale dalam batin nya , bagaimana bisa dengan memakai motor mereka bisa sampai hari itu juga.
Jarak yang di tempuh bukan Cuma satu atau dua jam namun melainkan hampir 15jam perjalanan.
Meraa sangat tak habis fikir dengan apa yang sedang di lakukan bos nya yang sangat gila itu .
“ Mau sampe jam berapa? “ tanya meraa sambil membuang napas nya kesembarang tempat karena sesikit merasa sangat kesal.
“ diam lah , nikmati saja perjalanan mu nanti “ ucap ale dengan seringai yang tajam menunjukkan bahwa akan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan pasti nanti nya
“ pakai ini “ lanjut ucap ale yamg memberikan jaket yang senada dengan yang di pakai nya.
“ wah , couple “ teriak meraa girang.
“ pasti punya bos sama masalau ya “ goda meraa pada ale , namun tidak mendapati jawaban apapun oleh ale.
Ketika meraa yang akan mendekati ale , tiba-tiba ale berbalik menghadap meraa dan sontak membuat meraa terkejut dan hampir terjatuh.
Untung saja dengan sigap nya ale memegang lengan meraa , memegang pundak nya lalu memakaikan nya helm.
“ Jangan berisik , naiklah “ setelah memakaikan helm ale menyuruh meraa untuk menaiki motor yang akan mengantar mereka menuju rumah meraa yang nun jauh disana.
“ Jangan sungkan untuk pegangan ya “ ale yang sempat-sempat nya Masih saja menggoda meraa
*****
Dalam perjalanan yang memakan waktu cukup lama meraa merasakan sakit pada pinggang nya , ia meminta ale untuk beristirahat namun ale menolaknya dengan alasan akan lama sampainya jika berhenti hanya sekedar untuk beristirahat.
“ Pinggang ku sakit , gak kuat “ rengek meraa yang memang benar sudah merasa sakit pada pinggang nya.
Akhirnya ale mengalah untuk menepi sejenak di minimarket yang ada di tepian jalan.
Sudah hampir setengah jam mereka beristirahat , karena dirasa ale waktu sudah hampir sore ia melanjutkan perjalanan nya lagi.
Namun bagi meraa ia masih sangat butuh istirahat lagi , karena kegigihan ale yang tidak mau mengalah oleh siapa pun akhir nya meraa mengikuti kemauan ale untuk melanjuykan perjalanan.
Meraa yang merasa tidak begitu nyaman memutuskan untuk memeluk ale saat dalam perjalanan , dan sontak membuat ale sangat terkejut ketika tiba-tiba meraa memeluknya dan menaruh kepalanya pada pundak ale.
Nafas nya yang berat saat berhembus sangat terasa di ceruk leher ale , hingga membuat nya sedikit kehilangan konsentrasinya saat mengemudi.
Ale benar sangat mengumpat diri nya saat itu , bagaimana mungkin meraa sangat berani melakukan ini.
Tangan meraa yang sedari tadi memeluk pinggang ale tiba-tiba melemah hingga terjatuh dari pegangan tangan meraa yang satu nya.
Ale mengambil nya kembali lalu memegangi kedua tangan meraa agar tidak terjadi hal yang sama , dan ternyata meraa pun dapat tertidur saat di atas kendaraan.
Ale yang memang sudah sangat jago dalam bildang mengendarai motor , saat ini ia pun hanya mengendari dengan satu tangan nya.
Karena satu tangan nya lagi sedang memegangi tangan meraa.
Setelah dirasanya sampai pada alamat rumah meraa yang ia kasih tadi , ale bergegas membangunkan meraa.
Ale sangat geram karena mendapati meraa yang tak kunjung bangun dari tidurnya , akhirnya ale memutuskan untuk menepak paha meraa.
Dan meraa yang merasakan sakit akhirnya terbangun dan langsung memukul dengan keras pundak ale hingga membuat nya mengaduh atas pukulan yang di berikan oleh meraa.
“ Sakit tau “ bentak meraa saat merasakan ada yang memukul pahanya dengan begitu keras
“ dasar kebo , sudah sampai depan rumah mu “ ucap ale yang menyadarkan meraa dari tidur panjang nya selama perjalanan tadi.
“ oh god , kamu sangat amazing bos “ teriak meraa karena mengetahui jika mereka sudah sampai di depan rumah nya
Meraa yang begitu semangat nya tidak menyadari jika tiba-tiba dia menggandeng tangan ale dan membawa nya masuk ke dalam rumah.
Sesampainya di depan pintu meraa mengetuk pintu rumah, namun masih dalam posisi yang sama tangan meraa yang masih setia menggenggam tangan ale tanpa rasa sadar nya.
Hingga saat pintu terbuka terlihat seorang pria paruh baya d8 hadapan meraa dan ale.
“ bapak , meraa pulang “ sapa meraa saat mengetahui ayahnya yang sudah berada di hadapan nya.
“ anak bapak pulang bersama siapa ini?
Ayo ayo masuk “ sahut ayah meraa dan mengajak mereka untuk masuk.
“ Silahkan duduk nak , bapak panggil ibu dulu ya “ ucap ayah meraa yang meninggalkan mereka di ruang tamu untuk memanggil ibu meraa.
“ meraa “ teriak ibu meraa yang begitu histeris karena kepulangan anak perempuan nya..
“ Siapa pria tampan ini? “ ucap ibu meraa menanyakan keradaan ale saat ini.
“ Ini ale bu , calon mantu mu “ ucap meraa dengan gaya cengengesan nya.
Dan membuat ayah dan ibu meraa sangat terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh meraa , bagaimana bisa dalam waktu beberapa bulan meraa yang pamit untuk bekerja dwngan tiba-tiba pulang membawa seorang pria tampan yang dia sebut sebagai calon menantu untuk ayah dan ibu nya.
Sungguh banyak pertanyaan yang terniang pada fikiran ayah dan ibu meraa.
Hal apa yang sudah terjadi pada anak gadis nya??
Bersambung....