Meraa memutuskan untuk menjual kalung peninggalan almarhum ayah nya , karena meraa tidak membawa uang sepeserpun. Dan mungkin sisa uang yang dimiliki nya tidak akan cukup untuk membelu heels yang di inginkan nya.
Toko yang dimana terdapat tempat penukaran emas meraa telah ada di dalam nya menunngu untuk menjual kalung nya.
Meraa masih mencoba tawar menawar dengan karyawan koko untuk harga yang sesuai untuk kalaung meraa.
Setelah mendapat harga yang di inginkan meraa bergegas pergi dari toko penukaran uang itu dan menuju ke toko heels itu di jual. Meraa berjalan santai menyusuri setiap jalan lurus yang berada di depan nya karena dirasanya beberapa luka goresan di dekat tumit kaki nya juga masih terasa sakit.
Sekarang meraa sudah sampe di toko heels dan tanpa menunggu lama meraa memasuki nya dan membeli heels itu..
*****
Ale melihat meraa memasuki toko penukaran emas yang berada persis di saberang restoran tempat ale sekarang , ale merasa sedukit bingung kenapa meraa bisa menuju ke tempat itu. Ale ingin mengikuti meraa karena ale masih menunggu kedatangan kakek nya jadi dia mengurungkan niatnya.
Beberapa menit sudah berlalu namun orang yang di tunggu ale pun tak kunjung datang , ale yang ingin beranjak di kejutkan dengan pukulan kecil pada bahu kanan ale oleh kakek nya dan membuat sang empu nya mengaduh kesakitan.
Surya sanjaya adalah pengusaha barang antik ternama di kota nya , kekayaan nya yang tidak mampu di hitung dengan jari tetapi tidak pernah membuat keluarga sanjaya menjadi sombong.
Bahkan ia pun juga sebagai donatur tetap di beberapa panti asuhan.
Surya sanjaya kakek dari ale sanjaya , yang selalu berniat menjodohkan cucu nya dengan beberapa anak rekan bisnis nya.
Karena bagi surya cucunya terlalu kaku terhadap wanita , dan sangat mempunyai peringai buruk.
Surya takut jika tidak akan ada wanita yang mau menikahinya , sedang kan surya sendiri sudah sangat ingin menimang cucu buyut. Ale cucu semata wayang surya yang dari remaja sudah di asuh nya. Karena ibu ale yang sudah meninggalkan sejak ale berusia 13 tahun.
“ sudah lama menunggu? “ kata surya pada ale dengan tatapan yang tidak bisa di artikan
“ hhhhhmm “ hanya deheman yang keluar dari bibir ale
“ kau sama sekali tidak berubah ale sanjaya “ ucap kakek lalu seketika mendapat lirikan dari ale dengan senyum yang hanya mengangkat sudut bibir kanan nya saja.
“ kenalkan wanita cantik yang bersama kakek ini anak dari pemegang saham perusahaan tekstil properti yang bernama ayuning hapsari “ kata surya yang mengenalkan wanita yang di bawanya karena surya menginginkan ale agar segera menikah.
“ hai , aku ayuning hapsari “ kata wanita itu memperkenalkan dirinya namun tidak mendapat tanggapan apapun dati ale.
“ silahkan duduk “ ucap ale tidak menghiraukan apa yang di katakan surya maupun ayu lalu hanya mempersilahkan surya dan ayu untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan pelayan.
Dan segera ale memanggil pelayan untuk melayani surya dan ayu. Saat surya dan ayu tengah asik melihat menu makanan yang akan di pesan nya. Ale melihat meraa yang terlihat jelas dari tempat dia duduk. Meraa keluar dari toko penukaran emas dengan wajah yang sedikit muram. Tanpa basi-basi ale pergi meninggalkan surya dan ayu.
“ dasar anak kurang ajar , tidak ada sopan santun nya “ gerutu surya karena melihat sikap ale yang sangat keterlaluan karena meninggalkan mereka tanpa sepatah kata pun.
*****
Ale yang mengikuti meraa tanpa sepengetahuan sang empu nya terbingungkan karena tiba-tiba meraa berhenti di sebuah toko sepatu , dan melihat meraa membeli satu heels.
Transaksi pembelian yang di lakukan meraa telah selesai tetapi heel yang di beli meraa tidak langsung di pakai nya karena kaki meraa yang masih terluka. Meraa merasa tak tega jika memakai heels baru nya dan terkena luka pada kaki nya.
Ale yang melihat semua itu menghentikan langkah kaki meraa menahan lengan meraa hingga dia terhenti dan hampir saja terjatuh namun meraa dapat menyeimbangkan tubuhnya.
Ale menggandeng tangan meraa tanpa melihat ke arah pandang meraa mencarikan tempat duduk untuk nya setelah mendapat tempat duduk , ale mempersilahkan merasa duduk lalu ale memposisikan dirinya di depan meraa dan berjongkok dengan sigap ale memberi plester obat untuk luka di kaki meraa.
Perlakuan ale membuat meraa mengembangkan senyuman nya , seperti ada udara yang menerbangkan permen kapas di dalam hati , sangat terasa manis.
Meraa memperhatikan wajah ale dengan seksama , wajah yang selalu mempunyai peringai yang sangat amat menakutkan jangan kan mendekatinya memandang nya saja sungguh sudah sangat menakutkan.
Tiba-tiba ale mengangkat wajah nya untuk menatap meraa dan seketika membuat meraa menjadi salah tingkah.
“ jika membutuhkan sesuatu katakan lah , jangan mengambil keputusan sendiri “ kata juan yang membuat meraa kebingungan dengan maksut bos nya itu.
“ maaf , memang keputusan apa yang saya ambil? “ tanya merasa pada ale, tidak ada jawaban sama sekali dari ale , kemudian ale menarik tangan meraa dan mengambil sesuatu dari saku nya lalu meletakkan di telapak tangan meraa.
Apa yang di lakukan ale sangat membuat nya terkejut , bagaimana mungkin bisa ale memberikan kalung yang sudah meraa jual tadi lengkap dengan surat nya.
Meraa hanya mampu menundukkan wajah nya karen tidak tahu lagi apa yang harus ia katakan.
“ apa yang kamu butuhkan masih tanggung jawab ku “ ucap ale lalu menyentil kening meraa dan membuat nya mengaduh karena merasa sakit pada keningnya
“ maaf bos , habis nya aku ingin membeli heels ini tetapi uangku tidak cukup “ jelas meraa pada ale
“ tidak mudah untuk ku memaafkan seseorang “ kata ale sangat amat terlihat menakutkan , rasanya sampai-sampai tidak mau mendengarkan suara ale lagi bagi meraa.
Meraa yang mendengarkan ucapan ale hanya bisa membuang nafasnya kesembarang tempat daripada harus memaki ale, rasanya bukan hanya ingin memaki nya namun ingin sekali meraa menjitak kepala bos nya itu agar bisa berfikir jika kehidupan manusia itu saling membantu bukan hanya mengadu saja.
“ jika kamu mau aku memaafkan mu , kamu harus melakukan satu hal untuk ku “ ucap ale dengan seringai tajam yang di lihatkan nya pada meraa dan seketika membuat meraa menyatukan kedua alisnya tanda bahwa meraa benar-benar bingung dengan maksud ale..
“ apa yang harus aku lakukan? “ ucap meraa tanpa ada rasa takut sama sekali pada ale , tetapi bagi ale pun huga ada keraguan untuk mengatakan apa yang ingin dia katakan pada meraa , ada rasa takut jika meraa tidak bisa melakukan apa yang di inginkan ale.
Sedangkan saat ini ale benar-benar membutuhkan bantuan dari seorang wanita.
“ jadilah kekasih ku untuk beberapa waktu , karena kakek ku berniat untuk menjodohkan ku dengan salah satu anak teman nya . dan itu sangat mengganggu ku “ kata juan yang membuat meraa sangat tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.
“ mana mungkin aku bisa? “ ucap meraa seakan tidak ada kepercayaan pada dirinya.
“ kamu hanya mengikuti alur saja , semua aku yang jalankan.
Tetapi maaf jika mungkin terkadang akan terjadi hal-hal yang mungkin tidak terbayangkan karena kakek ku tipe orang yang mudah percaya begitu saja. “ kata ale menjelaskan semua nya pada meraa
“ tunggu- tunggu aku bukan mua di jadikan .... “ ucapan meraa terhenti karena lagi-lagi ale menyentil kening nya dan membuat meraa mengaduh karena nya.
“ pikiran mu terlalu abstrak , ada beberapa alasan yang tidak bisa aku jelaskan.
Aku sangat meminta bantuan mu jika kamu menyetujuinya. Setelah ini kita langsung menemui kakek ku yang sudah membawa wanita yang mau di jodohkan dengan ku , dan bersikaplah jika memang kita benar-benar seperti sepasang kekasih yang di mabuk asmara “ kata ale menjelaskan panjang lebar pada meraa dan dalam hati nya berharap jika meraa mau menyetujui nya untuk menyelamatkan nya dari jeratan kakeknya.
Ale pun juga tidak bisa mengerti dengan pemikiran surya , yang selalu saja ingin menjodohkan ale dengan pilihan nya.
“ baik , aku akan memerankan nya dengan baik dan rapi untuk bos “ teiak meraa dengan penuh semangat.
Yang membuat masing-masing antara ale dan meraa terkekeh melihat kehebohan meraa. Ale merasakan ada yang berbeda pada dirinya. Karena sudah sangat di rasanya tidak mengembangkan senyuman nya.
Perasaan meraa yang entah kenapa menjadi begitu bahagia tanpa ada alasan untuk menelusurinya
Bersamabung...