Gara-gara perkara koper pink beserta isinya yang kubeli dan sengaja kusimpan di rumah ini malah membawa petaka buat diriku sendiri. Erika salah paham mengira koper ini sudah ada di rumah ini sebelum kami menikah dan menuduh koper ini milik Juwita. Siallan! Kenapa nama itu sekarang terasa seperti menjijikkan dan jadi kerikil dalam pernikahanku bersama Erika, padahal aku sedang bahagia-bahagianya karena dia sudah menyatakan cintanya padaku. Saking marahnya, Erika masih saja belum percaya kalau koper itu aku beli sebagai kejutan untuknya sekaligus menepati ucapanku tentang seragam-seragam seksi yang akan dipakainya untuk menambah gairah bercintaa kami di apartemen. “Ck, Yang jangan nangis lagi. Sumpah aku baru beli semua itu dan aku suruh Yuli buat titip di sini dulu. Tadinya mau buat kejuta

