Bab 14. Orangnya Beda

1569 Words

“Maaf.” Erika menoleh mendengar ucapan maaf Revan. Ini pertama kalinya Revan meminta maaf dan membelanya di kantor tadi. Sebenarnya ia merasa senang dibela Revan tadi, hanya saja Erika pun sadar Revan melakukan semua ini karena masih ada sangkut pautnya dengan nama besar papi-nya juga harga diri Revan sebagai laki-laki. “Cih, bilang saja takut Papi ngamuk.” Sahutnya tapi hanya dalam hati saja. Meski masih punya tenaga untuk bedebat tapi mood Erika hari ini membuatnya lelah dan malas adu mulut pedas dengan Revan. “Kenapa kamu yang minta maaf? Tumben banget.” “Karena Syena tadi.” “Tanpa kamu bela pun aku masih lebih dari sanggup memberi pelajaran kucing montok kegatelan kamu itu kok. Buktinya dia marah banget kan ke aku. Sayang dia perempuan, coba kalau laki-laki sudah aku babat jadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD