Seminggu setelah keluar rumah sakit, aku diperbolehkan kuliah. Senang rasanya bisa ke kampus lagi, hampir sepuluh hari kerjaanku hanya berbaring, duduk, makan, tiduran, sangat membosankan. Sesekali Lika dan Desi datang menjenguk ku setelah pulang kuliah. Namun ada saja yang membuatku kesal. Siapa lagi kalau bukan calon suami kesayangan orang tuaku, ada saja gebrakannya untuk mengekangku secara langsung. Baru saja pamit pergi berangkat kuliah, tiba-tiba ada yang menyapaku dekat pintu depan dengan posisi membungkuk memberi hormat secara formal. Siapa dia? "Selamat pagi, Nona Erika." Keningku berkerut ketika seorang asing memanggil namaku. Seorang perempuan, sepertinya seumuranku mungkin usianya beberapa tahun diatasku. Sekilas cukup mengejutkan, setelah aku amati lagi ternyata wajahnya can

