Bab 23. Mental Pengecut

1670 Words

“Erika!” Mendengar namanya dipanggil, Erika dan Yuli berbalik bersamaan ketika meninggalkan kelas karena Erika baru keluar dari kelas dua puluh menit setelah kelas bubar. Waktu melihat keberadaan Erika, wajahnya sumringah senang akhirnya bisa bertemu lagi tanpa dua pengganggu bermulut pedas. Namun ketika melihat orang asing disebelah Erika membuat senyum Bruno pudar. Meski cantik tapi tatapan tajamnya sudah membuat Bruno menggerutu dalam hati. Kenapa juga sekeliling Erika harus dipenuhi dengan manusia-manusia yang menyeramkan tatapannya. Yuli sendiri tentu saja sudah tahu siapa lelaki yang memanggil tuan putri asuhannya dari informs yang diberikan oleh Revan. Jadi ketika Bruno mendekat, ia sudah memasang wajah dingin dan ketus. “Biarkan, Kak. Dia tidak akan macam-macam kok.” Ucap Erika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD