Meskipun aku terpaksa menerima Bruno jadi pacar dua tahun lalu tanpa sedikitpun memiliki perasaan cinta, tapi kejadian di kantin kampus membuat darahku mendidih. Bukan karena cemburu apalagi patah hati tapi merasa bodoh sudah begitu lama dibohongi sekaligus merasa bebal karena mengindahkan teguran Lika dan Desy. Siallan! Bisa-bisanya dia bermain gila sampai membuat Gladys hamil dan parahnya aku yang jadi kambing hitam sampai ditusuk kemarin. “Sial!” Lagi-lagi umpatan itu keluar dari mulutku. Benar-benar kesal, marah, tidak terima dengan perlakuan Bruno. Aku bisa membayangkan keputusasaan Gladys, dia memang salah sudah menyerahkan diri sepenuhnya pada Bruno tapi aku yakin si pengecut itu pasti mengiming-iminginya untuk menikah demi mendapatkan kemauannya itu. Kasihan dia. “Untung ketahu

