Bab 7

2006 Words
Abelano membantu Diandra membawa barang belanjaan untuk dimasukkan kedalam rumah, hari ini sayang sekali dia tidak bisa menginap karena ada hal yang harus dibicarakan bersama dengan papanya, Abelano ingin papanya segera menemui orang tua Diandra karena dia benar-benar ingin segera menjadikan Diandra sebagai istrinya. Abelano bukannya tidak memikirkan segala hal ini tanpa resiko yang ada kedepannya seperti apa, dirinya sudah memikirkan segala konsekuensi yang akan terjadi kedepannya nanti. Walaupun masih kuliah seperti ini dirinya mampu menghidupi Diandra bahkan tanpa bantuan orang tuanya, dia juga berniat akan bekerja lebih giat lagi karena semua itu merupakan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga nanti. "Sayang, aku disini sebentar deh abis itu pulang" ucap Abelano. "Iya Mas, aku nggak papa biasanya kan juga tidur sendiri" jelas Diandra. "Apaan? padahal seneng kalau ada yang nemenin kan?" tanya Abelano. Diandra hanya tersenyum memang benar dirinya senang jika bersama dengan Abelano tapi kan Abelano juga ada kesibukan sendiri, dirinya tidak mungkin jika harus merepotkan Abelano terus menerus apalagi mereka sedang merencanakan pertunangan pastinya banyak hal harus di Persiapkan oleh keluarga mereka. "Sayang, tolong ambilin minum" ucap Abelano pada Diandra yang sedang menyusun bahan makanan. "Iya Mas tunggu sebentar" ujar Diandra yang kini memasukkan bahan makanan terakhir kedalam kulkasnya. Diandra langsung mengambilkan minum untuk Abelano, disini dirinya juga ingin bertanya perihal bagaimana nanti acara pertunangan yang akan diadakan kedepannya, jujur saja Diandra sangat bingung karena posisinya kedua orang tuanya masih di Jogja. "makasih sayang" ucap Abelano. "Mas, aku mau nanya" ujar Diandra memulai pembicaraan. "Bagaimana sayang?" tanya Abelano dirinya merangkul bahu Diandra agar lebih dekat dengannya. "Pertunangan nya itu rencananya gimana mas? kedua orang tua aku kan masih di Jogja" ujar Diandra. "Nanti biar Mama papa yang kesana, lagi pula kita kan juga masih harus masuk kuliah nanti kalau lamaran kedua orang tua aku di terima ya udah berarti kita tunangan, gitu ya? kalau pas nikahan ya pasti di Jogja kan harus di rumah kamu acaranya" jelas Abelano. "Oalah, gitu Mas? aku soalnya dari kemarin bingung kan kita juga tetep masuk kuliah gitu takutnya nanti absen" ujar Diandra. "Enggak sayang, aku udah pikirin semua itu matang-matang" jelas Abelano. Diandra mengangguk, mana mungkin Abelano melakukan rencananya tanpa persiapan yang matang? dirinya sudah terbiasa dengan segala hal yang direncanakan termasuk kehidupan kedepan nya bagaimana, karena hal itu pula kini dirinya sudah menyiapkan akhir untuk hubungannya itu. Abelano tidak akan dengan mudahnya menjalani hubungan tanpa ada akhir yang pasti, dirinya sebagai laki-laki selalu diberikan nasehat oleh papanya agar memperlakukan wanita dengan baik, apalagi wanita yang akan menjadi pasangannya nanti. Abelano benar dirinya sama sekali tidak tertarik dengan wanita lain ketika dirinya menjalani hubungan bersama dengan Diandra, Abelano benar-benar menjaga janjinya dengan sangat baik. "Mas, makasih ya? Diandra bersyukur bisa mendapatkan laki-laki seperti kamu yang bahkan bertanggung jawab dengan segala hal yang sudah kamu janjikan sebelumnya" ucap Diandra. "Aku sayang kamu Didi" ucap Abelano lalu memeluk Diandra. Ya Tuhan hati Abelano berdegup lebih kencang, dirinya merasa sangat bahagia bisa seperti ini wanita yang dipeluknya merupakan suatu anugrah dari Tuhan yang sangat luar biasa dan tidak akan dia siakan nantinya. *** Abelano sudah berada di rumah, dia melihat Abichandra sedang makan malam bersama dengan istrinya, Abigail. Abelano sebelumnya memang sudah mengatakan jika perlu bicara dengan papanya karena hal itu pula kini dia memilih untuk segera ke kamar dan membersihkan dirinya. Abelano memang baru pulang dari rumah Diandra karena dia yang tidak tega meninggalkan Diandra sendirian di rumah, padahal diandra senang dirinya bisa menonton drama Korea terbaru yang baru saja selesai, terkadang jika ada Abelano maka Diandra sama sekali tidak bisa menonton drama karena Abelano yang nantinya akan marah karena dia merasa terabaikan jika Diandra menonton. Diandra hanya ingin memanfaatkan waktu yang dia miliki agar bisa bersama dengan Abelano, setelah semester ini Abelano akan semakin sibuk apalagi dirinya bahkan belum diberi tahu mengenai kunjungan kerja di luar negeri tersebut, memang tidak begitu lama tapi Diandra yang sudah terbiasa setiap hari bersama dengan Abelano rasanya sangat sedih ketika hal itu terjadi. "Padahal biasanya juga biasa Aja, tapi akhir-akhir ini begitu galau takut aja dia kenapa-kenapa haduh payah ini mah" monolog Diandra. Diandra memang sudah terkena pelet dari Abelano, rasa bucin yang awalnya ada pada Abelano kini pun dirasakan oleh Diandra, mereka kini sama-sama merasakan perasaan yang tidak ingin ditinggalkan antara yang satu dengan yang lainnya, Baik Abelano dan Diandra sama-sama memiliki perasaan cinta dan kasih sayang yang seutuhnya. Mereka hanya tinggal menunggu kapan mereka akan sah dan hal itu pasti akan semakin membuat Diandra dan Abelano bahagia karena sudah adanya keputusan yang sah diantara hubungan tersebut. Abicandra dan Abigail kini sedang mengobrol, mereka saling berbicara mengenai acara kedepan seperti apa, karena memang Diandra dan Abelano yang tidak bisa pulang begitu mudah mereka akhirnya lah yang harus ke Jogja sebagai perwakilan karena Abelano dan Diandra tetap di Jakarta. Mereka tidak bisa libur seenaknya sendiri, Abelano saja hanya bolos satu kali di hari Jumat ketika Diandra pulang ke Jogja bersamanya. "Terus gimana? kita yang kesana kan? lebih cepat lebih baik karena segala hal yang baik harus disegerakan" jelas Abichandra. "Aku juga setuju pa, namanya anak kita udah setahun bareng sama Diandra mama juga ngerasa lebih baik jika hubungan mereka segera di sahkan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, namanya jiwa anak muda pasti juga kini sedang ingin tau banyak hal" ucap Abigail. "Kita kesana saja, kuliah Abelano ga bisa dianggap enteng beberapa hari belakangan ini dia juga lagi mikirin project baru, papa nggak mau ganggu dia" jelas Abichandra. sebagai orang tua yang baik dirinya selalu mendukung apa yang diinginkan oleh anaknya, bahkan Abichandra akan selalu memberikan kesempatan bagi anaknya untuk lebih berkembang kedepannya, Abichandra berpikir jika potensi Abelano sudah terlihat sejak awal, dia memang benar-benar penerus potensial yang akan mewarisi segala harta dan perusahaan yang dimiliki olehnya. Abichandra bukan asal asalan dalam melakukan hal itu, dirinya terus mengawasi perkembangan anaknya dan ketika dia tau bahwa memang Abelano anak yang berbakat dan pastinya mampu membawa perusahaan lebih maju maka dia akan mendukung segala hal yang terbaik bagi Abelano. Abichandra hanya terus berpesan jika sebagai anak laki-laki harus bisa menjaga janji dan kesetiaan yang dia miliki karena hal itu sangat penting bagi mereka nantinya, menyakiti hati perempuan sama saja menyakiti hati ibu sendiri dan hal itu pasti akan ada karma kedepannya yang bisa saja menjadi penghalang kesuksesan nya nanti. "Ya udah kita coba runding kan, setidaknya kita juga harus tau apa yang di rencanakan oleh anak kita, yang namanya orang tua bisa saja ada perbedaan dengan anak kita sendiri Pa namanya anak muda sekarang kan segalanya berubah tidak seperti di jaman kita gitu kan ya" ujar Abigail yang mengingat dulu ketika Abichandra melamar dirinya. Abigail merasa tersipu karena memang Abichandra sangat romantis padanya dulu, dirinya bahkan tidak bisa melupakan nya sampai saat ini. setelah selesai makan kini mereka berkumpul di ruang keluarga, bukan untuk sidang tapi karena memang untuk membicarakan masalah pertunangan yang akan segera di langsungkan. "Jadi gimana menurut kamu nak?" tanya Abichandra meminta pendapat Abelano. "Kan Aku dama Didi nggak bisa ikut ke Jogja pa? jadinya lebih baik papa dan mama yang kesana meminta ijin gitu, nanti Abelano yang lamar Diandra langsung kan yang penting kedua orang tua Diandra sudah setuju" jelas Abelano. "Gitu juga bisa sih, yang penting segalanya sudah jelas dan restu kedua orang tua Diandra juga kamu dapatkan" jelas Abichandra. "Diandra nggak masalah kan? seharusnya kalian bisa ke Jogja tapi malah jadi perwakilan seperti ini?" tanya Abigail. "Sama sekali nggak lah mah, yang namanya niat baik harus segera di lakukan" jelas Abelano. "Anak kita kayaknya ngebet kawin ma" goda Abichandra pada anaknya. Abelano hanya diam, dia juga pengen kawin tapi hal yang paling diingkannya adalah menikah dengan Diandra, karena dengan hal itu dirinya memiliki ikatan dengan Diandra, mereka lebih dekat lagi karena sudah memiliki ikatan dalam hubungan dan semoga saja hal itu berlaku untuk selamanya. "Apa kamu benar-benar siap untuk menjadi kepala rumah tangga yang baik?" tanya Abichandra. Abelano mengangguk, bukan hanya dari segi materi tapi fisik dan mentalnya pula sudah sangat siap dengan kehidupan baru yang nantinya akan terasa sangat berbeda dari kehidupan yang dialaminya . Abelano memang benar-benar siap, jika dirinya tidak siap maka dia tidak akan cari mati mengatakan segala hal yang berkaitan dengan lamaran Diandra pada papanya, Abichandra orang yang akan melarang keras jika anaknya hanya menyakiti hati anak orang lain, dirinya yang akan memberikan pelajaran kepada anaknya sendiri jika tidak memperlakukan wanita yang dia sayang dengan baik. "papa dan mama nggak akan ikut campur dalam kehidupan rumah tangga kalian nantinya, kami sebagai orang tua hanya akan menasehati selebihnya jika ada masalah atau yang lainnya harus diselesaikan dengan baik" pesan Abichandra. "Jangan terlalu memaksakan kehendak, jangan salah paham juga ya? semua hal itu hanya akan membuat orang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita sendirian karena memang mereka merasa jika tidak sanggup mendampingi kita lagi, hidup berumah tangga harus sopan karena memang semua hal itu akan lebih terlihat hasilnya jika kita sangat sabar dalam menjalani setiap cobaan yang terjadi dalam setiap harinya, namanya berkeluarga pasti akan ada banyak cobaan tapi kalian harus tetap kuat dalam menjalaninya" pesan Abigail. mereka mengatakan semua ini karena memang sangat perlu, anak mereka laki-laki dan tugas nya adalah membahagiakan istri dan menjaga istri dengan sangat baik, karena hal itulah baik Abichandra dan Abigail sama sekali tidak ingin mengecewakan orang lain yang benar benar mampu menyayangi dengan sepenuh hati. Abelano merasa tersentuh dengan segalanya yang kini di pesan oleh kedua orang tuanya, sejak awal Abichandra bahkan selalu mengingatkan bahwa Diandra wanita yang kini Abelano cintai adalah anak yang sangat di sayangi oleh kedua orang tuanya, wanita itu di besarkan dengan penuh cinta karena hal itulah Abelano di larang keras memperlakukan wanita dengan buruk, segalanya akan melanggar segala nasehat yang di berikan oleh kedua orang tuanya. Sejahat jahatnya Abelano, dirinya sama sekali tidak pernah merusak wanita karena dia tau akan ada karma di setiap segala hal yang terjadi nantinya, jika pada awalnya kita masih bisa menikmati segalanya dengan baik maka kita jangan berbangga diri karena bisa saja di akhir nanti akan ada suatu hal yang menanti sebagai balasan dari segala kejahatan yang pernah dilakukan dulu. "Abelano tau pa, ini semua sudah Abelano persiapkan dan rencanakan dengan baik karena hal itu pula Abelano ingin serius dengan Diandra karena Abelano pikir menikah adalah bukti keseriusan dalam cinta yang sebenarnya" ucap Abelano. Abichandra sangat bangga memiliki anak seperti Abelano yang bahkan sangat menurut dengan segala hal yang dikatakan oleh mereka, Abigail juga tersenyum walaupun Abelano terlihat bukan anak yang baik tapi dirinya benar-benar sangat baik ketika bersama dengan orang yang dia sukai maupun keluarga nya. "papa dan mama akan menjelaskan semuanya pada keluarga Diandra, tapi kasih kabar bahwa kita lusa akan kesana ya? takutnya nanti mereka nggak ada di rumah namanya juga mau lamaran" jelas Abigail. "siap ma, nanti aku bilang sama Didi biar segalanya di Persiapkan, untuk cincin udah aku siapkan kok udah jadi malahan ma, intinya Abelano sudah siapkan segalanya untuk lamaran" jelas Abelano. Abigail mengangguk benar-benar semuanya memang harus dipersiapkan dengan sangat baik seperti ini, buktinya Walau segalanya terlihat mendadak tapi Abelano sudah mempersiapkan segalanya dengan lengkap dan hanya tinggal restu dari ayah dan ibu Diandra. "Ya udah berarti udah bener, kamu balik ke kamar aja, besok masih kuliah" ucap Abichandra. Pendidikan adalah hal yang penting dalam keluarga ini selain sikap, karena itulah walau terlihat sebagai orang yang terlihat lebih tegas tapi dirinya tetap sama sekali tidak meninggalkan sikap sopan nya. "Okey Pa, makasih banyak" ujar Abelano. Abelano merasa senang yang terpenting kini apa yang dia ingin kan sudah dia katakan kepada kedua orang tuanya, mereka juga sudah paham dengan apa yang dia inginkan, pasti mereka paham dan mengerti karena memang sejak awal Abelano memang ingin menyegerakan hal itu. Hah Abelano mereka lega telah mengatakan segalanya dirinya kini langsung menanyakan kabar kekasihnya, entah Diandra sudah makan apa belum karena memang dirinya selalu saja lupa waktu ketika di beri waktu nonton drama seperti ini. kadang memang Abelano jengkel tapi dia tidak boleh egois karena dia juga harus memberikan waktu pada Diandra untuk menikmati waktunya apalagi sebelum mereka menikah, Abelano hanya takut jika nantinya Diandra tidak nyaman dengan segala hal yang memang diatur oleg Abelano. bersambung
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD