Abelano mencium kening Diandra setelh mengantarkan Diandra pulang kini dirinya langsung pamit pulang, karena memang ada pekerjaan yang harus dia kerjakan.
"Aku pulang dulu ya sayang, kalau ada apa-apa kamu kabarin Mas" ujar Abelano.
"Emm, Didi pengen nasi goreng Mas" manja Diandra.
"Mau makan di sana apa gimana sayang?" tanya Abelano.
"makan di rumah aja nggak papa, kan Mas mau pulang" ucap Diandra.
"Enggak papa, kalau mau makan disana Mas temenin" ujar Abelano.
"Emm, Didi ikut beli tapi bawa ke rumah aja" ucap Diandra.
"Bilang aja kalau kamu nggak mau ditinggal" goda Abelano.
"Masa ih, kok tau" ucap Diandra.
Abelano tertawa, tunangannya makin kesini makin manis saja membuat Abelano makin sayang dan tidak ingin meninggalkan Diandra barang sebentar.
"Ayo, beli makan dulu abis itu di rumah aja nggak boleh kemana mana" jelas Abelano dan diangguki oleh Diandra.
"Didi bobok cepet kok, tapi nanti kabarin kalau udah ga sibuk ya?" pinta Diandra.
"Pasti sayang" ujar Abelano.
Mereka menuju penjual nasi goreng terdekat tempat dimana Diandra dan Abelano membeli nasi goreng tersebut, sebenarnya memang Abelano tidak memperbolehkan Diandra pergi sendirian apalagi ketika malam hari seperti ini, Diandra juga belum diperbolehkan oleh Abelano untuk mengemudikan mobil padahal sebenarnya Diandra bisa, dirinya hanya takut jika nantinya ada suatu hal yang tidak diinginkan terjadi.
Abelano selalu mengatakan selagi Abelano bisa maka dia tidak memperbolehkan Diandra pergi sendiri tanpa pengawasan, sesayang itu Abelano pada Diandra sampai dirinya sama sekali tidak memperbolehkan Diandra melakukan apapun di luar jangkauannya. Abelano orang yang tidak bisa mengambil resiko apapun jika berhubungan dengan Diandra.
"Udah kamu di dalam mobil aja, Mas yang turun" ujar Abelano.
"Sama es ya?" pinta Diandra.
"enggak boleh, di kulkas ada air dingin sayang orang tenggorokan kamu katanya agak ga enak kok mau es" ujar Abelano tidak bisa di bantah.
Mau tidak mau Diandra diam, dia tidak ingin jika nantinya Abelano makin berbicara panjang lebar dan pada akhirnya akan membuat Abelano kesal sendiri dengan apa yang dilakukan oleh Diandra.
Abelano bersyukur untung saja tidak begitu ramai hingga mereka bisa mendapatkan apa yang mereka pesan dengan cepat, Abelano hanya membeli satu karena dia juga akan makan di rumah. Mana mungkin Abelano makan di luar rumah ketika dia berniat akan berbicara dengan papanya, yang ada malahan papanya ngamuk karena tidak mau makan bersama mereka.
Abelano bisa di bilang sangat sibuk dia juga jarang di rumah, karena hal itulah setidaknya ketika Abelano ada waktu dia juga menyempatkan makan malam bersama dengan mama dan papanya sebelum dirinya membahas kerjaan yang baru saja selesai dia kerjakan.
"Udah, ini bawa sayang" ujar Abelano.
"Makasih sayang" ucap Diandra bahagia.
"kembali kasih sayangku" balas Abelano kini langsung menghidupkan mobilnya dan kembali ke rumah Diandra, dirinya juga mengejar waktu karena harus pulang tidak larut malam untuk membicarakan masalah kerjaannya.
ketika mereka sudah sampai di depan rumah, Diandra langsung memberikan ciuman sekilas pada Abelano sebelum dirinya keluar dari mobil. Abelano membuka kacanya dan sampai melihat Diandra masuk kedalam rumah dan setelah itu barulah dia mengemudikan mobilnya dan menuju ke rumah utama.
Abelano lelah tapi dirinya hanya bisa bersemangat, ini semua adalah tanggung jawab yang harus dikerjakannya. Abelano tidak masalah jika dirinya lelah yang terpenting segala tanggung jawab yang memang harus dia terima bisa dilakukan dengan sebaik-baiknya. Abelano sudah menyanggupi segala yang dia bisa karena hal itulah dia juga harus tanggung jawab dengan itu.
***
pukul tujuh tepat kini Abelano sampai di rumah utama, Abigail langsung meminta Abelano untuk membersihkan dirinya sebelum menemui Abichandra, mungkin papanya sudah tau tentang apa yang terjadi di Perusahaan karena hal itulah kini tanpa basa basi dirinya langsung meminta anaknya untuk segera menemuinya selepas dirinya selesai untuk membersihkan diri.
"Makan dulu aja gapapa ya nanti, papa nggak buru-buru" ujar Abigail.
"Iya Ma, Ano makan dulu sebelum bertemu papa" jelas Ano.
"Oke sayang, sana mandi dulu" ujar Abigail.
"Iya Ma, Ano mandi baru makan kok" jawab Abelano.
Abichandra bahkan sudah di ruang kerjanya, dirinya mungkin juga kini sedang ikut berpikir dan mencari solusi tentang apa yang harus dirinya lakukan, setelah nya. Abichandra sebisanya juga akan membantu anaknya karena dia tau jika Abelano pasti juga kesulitan dengan apa yang kini sedang di hadapi olehnya.
membuat program baru dalam waktu yang singkat dan besok harus segera di presentasikan, mana mungkin Abelano bisa tidur tenang ketika program yang dia buat di bocor kan oleh orang yang tidak bertanggung jawab seperti itu. Tanpa pengetahuan Abelano dirinya sudah menyelidiki siapa yang berkhianat di divisi pengembangan ini, ini divisi bisa dikatakan sangat penting bagi perusahaan jika di dalamnya ada orang seperti itu hanya akan merugikan perusahaan nantinya.
Abichandra sudah geram sekali, sejak awal mereka sama sekali tidak bisa mentolerir siapa orang yang berkhianat karena hal itulah dirinya langsung mencari tau secara diam-diam setelah mendapat bukti yang cukup maka dirinya akan langsung mengeluarkan orang tersebut dalam perusahaan miliknya.
"Astaga" sambatan Abichandra membuat Abigail yang membawa minum pun terkejut.
"kenapa pa?" tanya Abigail.
"papa paling ga suka sama karyawan yang nggak setia seperti itu" jelas Abichandra.
Abigail kini paham apa yang dibicarakan oleh suaminya, sejak pulang dari Jogja dirinya baru menerima telepon dari sekretaris maupun orang kepercayaan mengenai apa yang terjadi di Jakarta, dirinya sangat geram ketika tau jika masalah ini terjadi padanya, segalanya membuat dia kesal apalagi permasalahan yang menimpa anaknya di sebabkan oleh Karyawan yang bahkan sudah di percaya olehnya untuk masuk dalam divisi penting itu.
seharusnya mereka tau, masuk di sana adalah suatu hal yang sulit, tidak mudah masuk di divisi itu seharusnya mereka semakin berkembang lebih baik bukan malah menggunakan hak itu sebagai jalan mendapatkan uang tambahan lain dari pihak musuh, jika mereka menang juga mereka pasti akan mendapatkan bonus tapi Abichandra tak sampai pikirannya mengetahui ada orang yang tidak bersyukur seperti itu.
"Sabar Pa, mama tau papa pasti emosi sama orang yang begitu tapi saat ini fokusnya dengan apa solusi untuk hal itu terlebih dahulu" ujar Abigail.
"Papa cuma nggak habis pikir ma, rasanya kesal sekali" ucap Abichandra.
"Iya mama juga, nggak tau lagi pasti dari kemarin Ano nggak bisa tidur mikirnya kalau perusahaan mengadakan pengunduran jadwal mereka juga pasti kurang percaya dan pada akhirnya kita dianggap tidak bertanggung jawab" ujar Abigail.
"Makanya Ma, sampai sekarang juga papa belum tau bagaimana konsep baru yang diusung oleh Abelano untuk presentasi besok, pasti sejak kemarin dia mengerjakan sendiri karena dia juga berhati-hati karena dia belum tau siapa yang berkhianat disini" ucap Abichandra.
"Mama siapkan makan untuk Ano dulu ya Pa, dia udah selesai mandi seperti nya" ujar Abigail.
"Iya Ma" jawab Abichandra.
Abigail kini langsung menuju ke ruang makan, dia melihat Abelano Yang sedang menghabiskan makanannya bahkan sudah tinggal setengah di piringnya itu. Abelano mungkin ingin segera mengurus apa yang menjadi tanggung jawabnya itu, rasanya memang membuatnya kesal tapi dia tidak mau menyerah, jika dia menyerah itu hanya akan membuat mereka berbahagia dengan apa yang terjadi pada Abelano.
"Loh udah mau habis, mama kira baru turun" ujar Abigail.
"Papa di ruang kerja kan ma?" tanya Abelano.
"Iya, papa nunggu kamu di sana tapi kamu nggak usah buru-buru papa juga lagi ngurus apa gitu" ucap Abigail.
Abelano mengangguk, setelah makan dirinya akan langsung menuju ke ruang kerja papanya, mungkin papanya sudah menyelidiki segala hal masalah internal dalam perusahaan ini. masalah internal sebenarnya hal yang paling membahayakan di banding masalah eksternal karena hal itu berpengaruh dengan masa depan perusahaan, setidaknya jika pondasi dari perusahaan kuat maka apapun masalah dari luar akan bisa di hadapi dengan baik, tapi berbeda kalau masalah dari dalam bisa-bisa perusahaan akan hancur dengan sendirinya.
"Ma, Ano udah selesai makan" ujar Abelano langsung diangguki oleh mamanya.
Ano langsung membawa laptop dan dokumen yang dia butuhkan nantinya, dia akan Konsultasi pada papanya tentang konsep baru yang dia ambil, dirinya antara yakin dan tidak karena memang rasanya dia juga takut jika nantinya hal itu tidak masuk akal dan keluar dari apa yang di rencanakan sebelumnya. Tetapi segala hal tidak ada yang tidak mungkin, bisa saja semua itu berjalan dengan baik karena Abelano percaya Tuhan tau dia berusaha dengan baik tapi ada orang lain yang menghancurkan usaha tersebut.
tok tok tok
Abelano mengetuk pintu sebelum masuk kedalam, Abichandra memperbolehkan Abelano untuk masuk kedalam ruang nya memang terlihat papanya yang sedang dalam kondisi yang tidak baik, papanya juga pasti marah dengan apa yang baru diketahuinya, pemimpin perusahaan ini selalu saja mengatakan jika kesetiaan adalah hal yang paling penting tapi ketika anak buahnya yang bahkan ada yang seperti ini rasanya dia sudah sangat kesal dan ingin segera mengeluarkan orang itu dari dalam perusahaan miliknya.
"Duduk" ujar Abichandra.
"Pa, konsep baru ini lebih fresh dan banyak pembaruan aku pikir bisa di terima tapi coba papa cek dulu, takutnya di kira nggak masuk akal tapi disini aku hanya ingin memberikan pembaruan dari hasil final yang sudah di setujui sebelum nya, karena memang udah bocor ya udah aku pakai itu lagi tapi di perbarui hal itu" jelas Abelano.
"Coba papa cek, sebenarnya papa antara bingung dan kesal tau sendiri papa nggak suka sama orang seperti itu, ini malahan dalam kondisi seperti ini hal itu mengalami kebocoran hingga apa yang kita rancang malah di pergunakan oleh orang lain dan mendapatkan apresiasi lagi" ujar Abichandra.
"Ano nanti yang akan langsung menjelaskan Pa, Ano mampu menjelaskan sistem ini lebih mudah dan aku pikir mampu di terima dengan baik si Pa" jelas Abelano.
" Bagus, papa percaya kamu bisa untuk ini coba kamu perbaiki papa pikir ini bisa lebih bagus lagi kalau hal ini di hilangkan dan di ganti dengan suatu hal yang sederhana" jelas Abichandra.
Abelano mengangguk dia paham dengan apa yang dikatakan noleh papanya, Abelano langsung membuka laptop nya dan langsung mengerjakan sesuai dengan arahan dari papanya, Abelano sangat semangat karena papanya bisa lebih gerak cepat sehingga dirinya mampu melakukan pelengkapan lagi sebelum besok segalanya mulai di presentasikan olehnya.
***
Diandra kini mulai kesepian berada di kos, dirinya menunggu pesan dari kekasihnya tapi sepertinya Abelano saat ini sedang sibuk, tidak ada yang bisa dia lakukan selain dirinya yang harus segera tidur. Diandra berpikir biasanya kini mereka sedang mengobrol bersama dan Abelano yang sedang menggodanya, astaga baru di tinggal beberapa jam saja sudah membuat Otak Diandra nge-lag seperti ini.
seharusnya Diandra bisa menahannya karena disini Abelano juga sedang mengerjakan tugasnya apalagi sedang menyelesaikan masalah seperti ini, Diandra hanya bisa berdoa semoga apa yang kini dikerjakan oleh kekasihnya segera mendapatkan penyelesaian dengan baik agar kekasihnya bisa lebih tenang dari sebelumnya.
Diandra besok bingung ingin melakukan apa, lagi pula besok dia hanya satu mata kuliah itu juga satu SKS rasanya Diandra bosan jika dia harus di rumah, setidaknya dia ingin pergi tapi kekasihnya besok sibuk dan harus kekantor, Ah ingin rasanya Diandra ikut tetapi dirinya tidak berani untuk mengatakannya pada Abelano.
Hidup Diandra seperti saat ini bagaikan di cerita-cerita, dia orang biasa yang bisa bertemu dengan orang seperti Abelano membuatnya sampai saat ini bertanya-tanya, apakah ini memang benar? Tuhan memberikan jalan dalam hal yang tidak terduga karena hal itu pula kini dirinya merasa jika memang hal tersebut sudah di gariskan oleh Tuhan untuk hidupnya.
Diandra yang nggak pernah menjalin hubungan dengan siapapun pada akhirnya bertemu dengan Abelano yang selalu memaksakan kehendak padanya, awalnya memang sangat terkejut dan tidak tahan berada di samping Abelano tapi kini yang terjadi malahan sebaliknya, Diandra tidak suka terlalu jauh dan berpisah dengan Abelano, dirinya sudah nyaman dan menyayangi Abelano dengan sepenuh hati karena hal itulah dia merasa jika memang bersama dengan Abelano adalah suatu hal yang harus tetap dia jaga dan pertahankan karena ada Tuhan di dalam hubungan yang dia bina selama ini.
"Astaga, kepikiran terus kayaknya udah kepelet sama cintanya Ano" kesal Diandra.
Bagaimana tidak, Diandra sudah selesai makan sejak tadi, dia juga sudah selesai mandi dia hanya perlu tidur tapi sejak tadi dia malahan hanya guling-guling nggak beraturan dan memikirkan kekasihnya yang sedang sibuk seperti itu.
Diandra berdoa semoga Tuhan mempermudah jalannya agar sampai di pelaminan dengan lancar, walaupun mereka sudah bertunangan tetapi Abelano tetap ingin segera mengesahkan pernikahan dengan Diandra karena dia ingin segera sah dan tidak ada fitnah di dalamnya.
Abelano bukan orang yang gampang melakukan sesuatu tanpa rencana dan ini sebagai buktinya, bukti keseriusan hubungan mereka yaitu dengan adanya pernikahan diantara mereka, Diandra dan Abelano semakin kuat dan mereka tidak terpisahkan kecuali Tuhan yang memisahkan mereka.
bersambung