“But on a Wednesday in a café, I watch it begin again.” — Taylor Swift. *** Relung hatinya sangat bimbang. Ketika ia mulai merasa Gisel tak ada disampingnya untuk menyeimbangkan perasaan yang mulai merangkulnya itu. Dihadapannya memang terpampang lapangan hijau yang menyejukkan. Namun benaknya sedang racau. “Ayo, Luke!” teriak Dean menyemangati Luke yang terkaku saat akan memukul bola putih kecil dengan stiknya. Terperanjat karena teriakan Dean, Luke memukul keras bola itu tanpa aba-aba sama sekali. Mengakibatkan bola itu malah menjauhi lubang target yang ada. “Kamu kenapa? Tidak fokus gara-gara aku di sini?!” tawa Selena di samping Dean. Luke melirik wanita yang memakai kaus ketat biru dongker dan celana pendek berwarna putih. Lekuk badannya terlihat sempurna.

