8 - PHP

1384 Words

Luke kembali membenamkan wajahnya ke belakang telinga Gisel. Ingin menambah ritme pemanasan aktivitas ini.    Namun seketika dia mengurungkan niatnya untuk beranjak lebih.   “Kenapa kamu berhenti?!” geram Gisel. Sedang nikmat-nikmatnya tetapi Luke malah menarik kepalanya dari celah leher Gisel. Tentu wanita yang sedang mabuk kepayang itu uring-uringan.   Luke menggaruk rambut belakangnya. “A-aku juga tidak tau. Sebaiknya kita tidak melanjutkannya,” desahnya.   Masih mengatur napas, dia beranjak dari ranjang Gisel dan melaju ke kamarnya sendiri. Sebenarnya apa yang membuatnya berhenti? Padahal adik kecilnya sudah berdiri tegak juga. Pun tadi dia juga ingin memberikan sensasi yang tak pernah dirasakan wanita itu. Mengapa jadi demikian?   Luke duduk di tepi ranjangnya sendiri. Menco

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD