23. Jodoh untuk Lingga

926 Words

"Iya. Reservasi atas nama Lingga Prabuyasa." "Minggu depan saja," "Oke" Lingga tersenyum setelah mematikan sambungan ponsel. Ia terus membayangkan bagaimana ekspresi Oza dan kebersamaan mereka nantinya. Malam itu, akan ia jadikan sebagai lamaran resminya kepada Oza. Sebelum nanti melamar gadis itu di depan Ibunya. *** "Ga, Mama mau ngomong" Langkah Lingga terhenti ketika suara Airin menyapa gendang telinganya. Di tatapnya wanita yang tengah duduk di sofa ruang tamu tersebut, sedang memainkan ponsel tanpa menatap kearahnya. "Lingga ganti baju dulu," "Ga perlu" senyuman lebar yang sedari tadi terpatri di wajah Lingga ketika memasuki rumah perlahan luntur, ketika mendengar nada suara Airin yang kurang bersahabat. Tanpa ingin membuat suasana kembali canggung, Lingga menuruti permint

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD