Chapter 42

1084 Words

Perlahan namun pasti, Atayya mulai mengungkapkan perihal keseriusan Regan dengannya dirinya kepada kedua orangtuanya. Sekaligus, gadis itu ingin mendapatkan nasihat baik dari orang tersayangnya itu. “Menurut Mama dan Papa, ini terlalu cepat nggak?” tanya Atayya sembari menatap kedua orangtuanya itu secara bergantian. “Kalau soal umur, itu bukan menjadi sebuah permasalahan, Nak. Semuanya itu tergantung kesiapan dari kalian. Kalau kalian merasa siap, ya lanjutkan,” sahut sang Papa. “Tapi yang perlu diingat adalah; jika dalam hubungan kalian meras ada keganjalan satu sama lain, itu harus dibicarakan, ya. Tanpa adanya emosi tentunya,” sambungnya. “Baru kemarin berantem,” sahut Atayya. “Tuh kan. Belum apa-apa loh,” timpal sang Mama. “Berantem kecil doang kok, Ma,” sahut Atayya. “Dan a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD