Lantas, Regan hanya bisa menenangkan gadis itu dengan caranya sendiri. Yakni, dengan memeluknya erat. "Enggak capek berdiri saja?" tanya Regan yang kini suaranya sudah lembut kembali. Atayya lantas menjauhkan kepalanya dari d**a bidang milik Regan, sembari menyeka sisa air mata yang membasahi wajahnya. "Maaf, baju kamu jadi basah," ucap Atayya yang masih sesegukan. "Seharusnya aku yang minta maaf sama kamu," sahut Regan. Atayya langsung merasa bahwa napasnya tercekat kembali ketika ia mendengar suara Regan yang terdengar lembut itu. Mata sembabnya yang tadinya tidak berani menatap Regan, kini langsung berani menatapnya. Bahkan keningnya berkerut di sana. "Perkara hal ini, kamu langsung ubah kosakata bicara kamu?" tanya Atayya. "Biar kamu enggak takut lagi," sahut Regan, kemud

