Sesampainya Devan di ruang kerja Regan, ia langsung duduk termenung di sofa panjang. Hal itu jelas saja membuat Regan merasa heran. "Kenapa lo?" tanya Regan sembari mengernyitkan dahinya. Tidak mendapat respon dari Devan, Regan pun beranjak dari kursi putarnya dan berjalan menuju sofa panjang tempat Devan duduk. Sebelum ia duduk di samping teman baiknya itu, ia melempar sebuah bantal sofa ke tubuh Devan hingga membuat lelaki itu tersentak. "Kenapa sih?" tanya Regan sekali lagi. "Tumben banget lo diam saja," sambungnya. "Lo pernah mengalami jatuh cinta pada pandangan pertama nggak?" tanya Devan tanpa menatap lawan bicaranya. "Jangan bilang kalau elo.." "Iya, gua rasa kalau gua sudah mengalaminya," timpal Devan. "Atayya?" tebak Regan. "Bukannya gua mau nusuk elo, Gan. Tapi, g

