Chapter 16

1024 Words

Rena melenggang dengan santai memasuki ruang kerja Regan, gadis itu pun duduk dengan santai di sofa panjang yang ada di sana. Kemudian ia memainkan game online diponselnya. “Sudah jumpa sama Atayya?” tanya Regan. Rena menjawab pertanyaan itu hanya dengan anggukan kepala saja. “Apa katanya?” tanya Regan lagi. “Aku cuman kasih kopi ke dia karena aku enggak mau ganggu pekerjaannya,” sahut Rena. “Tapi, tadi pas aku hampiri Atayya, wajahnya kayak pucat gitu,” ungkapnya. Regan segera memeriksa CCTV yang ada di ruang kerja Atayya. Yang dilihat Regan memang benar adanya seperti apa yang dikatakan oleh Rena barusan, bahwa wajah Atayya nampak sedikit pucat. “Kayaknya Atayya kurang tidur semalam,” ucap Rena. “Soalnya tadi temannya ajak dia beli kopi. Untung aku datang sebelum mereka pergi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD