Meski Devan berambisi untuk menjadikan Atayya sebagai kekasih, Devan bukanlah orang yang sebegitu mengedepankan egonya. Lelaki itu justru sekarang sedang mencari cara untuk menghadapi kenyataan bahwa sahabatnya mungkin lebih cocok menjadi kekasih Atayya. Sampai akhirnya Devan berpikir untuk menemui Rena untuk meminta solusi. Dengan beberapa kali bujuk rayu, akhirnya Rena mau menemui Devan. Sebuah kafe yang letaknya tidak jauh dari kampus Rena menjadi tempat keduanya berjumpa. Dengan ditemani dua gelas coffe latte dan angin sore hari , keduanya pun berbincang dengan serius. “Bukannya aku mau membela Abangku, ya. Tapi, sedari aku tahu bagaimana dia bisa jatuh cinta sama Atayya. Bahkan itu sudah berlangsung beberapa bulan ini, dan kamu tahu sendiri kalau Abangku itu tidak ingin gegaba

