Chapter 19

1108 Words

Disela candaannya, Rena pun memasang ekspresi wajah yang serius, dan ia mulai menceritakan tentang Devan yang memintanya untuk bertemu sore tadi. Rena juga menceritakan apa saja yang dikatakan Devan padanya. “Setelah elo bilang begitu, respon Devan gimana?” tanya Regan. “Kayaknya dia mulai sadar akan kesalahannya,” jawab Rena. “Deketin gih. Siapa tahu elo jodohnya,” goda Regan. Rena pun berdecik kesal, kemudian ia beranjak pergi dari kamar Regan. “Enggak jawab berarti elo suka sama dia,” ucap Regan sembari menatap punggung Rena. “Nggak dengar, maaf,” sahut Rena yang bersikap seolah ia tidak mendengar ucapan Regan itu. “Cieee,” ledek Regan. Rena yang kesal, ia pun menutup kembali pintu kamar Regan dengan cara membantingnya. “Pelan-pelan woy!” teriak Regan. ... Atayya ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD