Chapter 20

1101 Words

 Sesekali, Atayya menatap dengan dalam wajah damai Regan yang sedang sibuk bercerita bagaimana kesalnya ia pada saat Devan terus saja menghampiri Atayya tanpa adanya keperluan yang jelas. “Apalagi setelah gua antar elo pulang kemarin. Dia masuk ke ruangan gua tanpa permisi, terus bentak gua. Dia ngira kalau gua sembunyikan elo,” ungkap Regan. Atayya menutup mulutnya dengan tangan kanannya sembari tertawa. “Dikiranya gua sembunyikan elo di kolong meja kali,” ucap Regan lagi. Hal itu semakin membuat Atayya tidak bisa menghentikan tawanya. Sebab, ekspresi Regan ketika bercerita selayaknya anak TK yang sedang mengadu pada Mamanya kejadian di sekolah. “Gua kesal, pengin hajar dia saat itu juga. Tapi gua tahan.” “Sekarang, Devan bagaimana?” Pertanyaan itu membuat Regan menatap Atay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD