“Mau masuk dulu nggak?” tawar Atayya setelah ia melepas sabuk pengamannya. “Lain kali saja,” sahut Regan. Kemudian, Regan memerintahkan kepada supirnya untuk mengantar Atayya sampai di teras rumahnya dengan menggunakan payung – sebab hujan masih turun dengan derasnya. “Terima kasih, Pak,” ucap Atayya kemudian ia keluar dari dalam mobil karena supir pribadi Regan sudah membukakan pintu untuknya. Regan hanya tersenyum seraya melambaikan tangannya kepada Atayya. Lelaki itu menatap Atayya yang berjalan memasuki rumahnya. “Langsung ke sekolah Rena,” perintah Regan kepada supirnya yang sudah kembali. “Nona belum pulang, Pak?” heran supir itu, sebab kini hari sudah mulai gelap. “Dia ada kerja kelompok di perpustakaan kampus dan baru sekarang selesainya,” jawab Regan apa adanya. Su

