Chapter 10

1048 Words

Atayya melihat adanya Regan yang berjalan dengan cepat menghampirinya, gadis itu pun segera berdiri dan sedikit menjauh dari ujung rooftop. “Ada apa, Pak?” tanya Atayya sembari mengernyitkan dahinya. “Lo ngapain sih?!” kesal Regan yang membuat Atayya semakin mengerutkan keningnya. “Aku hanya duduk santai di sini, sembari menghabiskan jam istirahat,” jawab Atayya. “Salah, ya?” tanyanya. “Banyak tempat nyaman di kantor ini, kenapa elo memilih di sini?” tanya Regan kembali. “Mana duduknya di ujung pula. Kalau jatuh, bagaimana?” Nampak jelas di balik amarah Regan terdapat rasa cemasnya pada gadis itu. “Maaf,” ucap Atayya dengan nada bicaranya yang terdengar begitu lembut. “Gua hanya khawatir sama elo,Ya. Hal yang elo lakukan tadi cukup berbahaya,” ucap Regan yang mulai meredam ama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD