Chapter 33

1084 Words

Hari kepergian Regan pun tiba. Sungguh Atayya merasa gundah ketika ia tahu bahwa beberapa jam lagi Regan akan pergi sementara ia masih berkutat dengan banyaknya pekerjaan yang ada. “Ya, ikut aku sebentar,” ucap Sabhira yang langsung menarik pergelangan tangan Atayya tanpa memerdulikan apapun lagi. “Ada apa, Kak?” heran Atayya sembari mengikuti langkah kaki Sabhira karena tangannya masih ditarik oleh gadis itu. “Pak Regan telfon dan suruh aku untuk antar kamu ke hadapannya sekarang juga,” jawab Sabhira. “Sebenarnya kalian ada masalah apa, Ya? Jujur sama aku,” desak Sabhira ketika ia dan Atayya sudah berada di dalam lift. “Enggak ada masalah apa-apa, Kak. Beneran,” jawab Atayya apa adanya. “Tapi tadi Pak Regan telfon aku dan marah-marah. Katanya kamu enggak angkat telfon sampai b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD