Chapter 38

1007 Words

Semakin berjalannya hari, semakin Atayya paham betul bagaimana rasanya dicintai oleh lelaki selain sang ayah. Diperlakukan spesial bak seorang putri dari sebuah kerajaan, tidak memperdulikan bagaimana pandangan orang lain terhadap hubungan keduanya. Nyatanya, Atayya sudah terbiasa. Kini, tidak ada lagi Atayya yang selalu mencoba menjaga sikap di hadapan teman-teman kerjanya. Yang ada kini adalah Atayya dengan apa adanya. Yang mana ia sudah tidak bisa mengelak lagi, perihal perasaan cintanya terhadap Regan. Tepat saat jam istirahat siang berlangsung, Atayya segera melakukan sambungan video call dengan Regan. Kebetulan, gadis itu hari ini dibekali makan siang oleh sang Mama. ... "Elo makan di meja kerja, Ya? Enggak ke kantin atau ke luar?" "Tadi Mama bekalin aku. Katanya biar berat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD