Setelah dari kafe, Regan pun mengajak Atayya untuk berkeliling sebentar dengan menggunakan mobilnya tentunya. "Boleh nggak kalau aku saja yang menyetir?" tanya Atayya. "Elo belum punya SIM, jadi enggak boleh," sahut Regan. "Yasudah, besok temani aku bikin SIM, ya?" pinta Atayya. "Enggak mau," sahut Regan lagi. Atayya pun berpikir, bagaimana ia akan membuat Regan kesal padanya. “Pasti mikir mau bikin gua kesal,” ucap Regan. “Kok tahu sih?!” Atayya bertanya dengan kerutan di keningnya. Sebenarnya Regan hanya menebak, bahkan ia sendiri pun merasa heran ketika tebakannya itu benar. “Lo mau apa, Ya? Atau ada rekomendasi tempat yang bagus kalau dikunjungi malam?” tanya Regan untuk mengalihkan pembicaraan. “Aku cari di internet, ya,” sahut Atayya, kemudian ia mengambil ponsel

