Chapter 22

1061 Words

Atayya pun juga langsung berdiri, karena ia tahu, bahwa orang seperti Sarah harus dilawan, bukan dibiarkan. "Bukannya aku enggak suka. Tapi, sebenarnya kalian bisa mengerjakannya. Hanya saja, kalian tidak ingin setelah aku izin, dan aku masih bisa santai dengan pekerjaanku setelahnya. Benar begitu?" tegas Atayya. Sarah yang semakin tersulut emosinya, sampai wajahnya memerah dan kepalan tangannya semakin terlihat kuat saja. "Bahkan beberapa dari kalian bersekongkol untuk mengelabui aku, bahkan dengan membawa nama Kak Sabhira. Seberani itu kalian, sampai bermain dengan sekretaris kepercayaan Pak Regan," ucap Atayya lagi. "Padahal, sudah sering aku katakan bahwa Pak Regan selalu mengawasi kita semua yang berada di kantor ini," sambungnya sembari menunjuk CCTV yang tergantung di setiap s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD