Aku sangat takut dengan rencana Bi Ama ini, aku takut apa yang ada di bayangan Bi Ama, benar-benar terjadi, perihal test pack itu, aku harus melakukan sesuatu sekarang.
"Bi Ama, aku ingin mengajakmu bekerja sama"
"Maksud Nona?"
"Aku ingin merahasiakan ini semua dari Ahzar, Aku tak ingin terburu-buru memberi tahunya, aku takut ini hanya harapan palsu perihal test kehamilan itu nanti"
"Apa yang akan kita lakukan?". Tanya Bi Ama sedikit bingung
"Bantu aku untuk merahasiakan rencana ini dulu dari Ahzar, Aku hanya ingin memberi kejutan padanya nanti"
"Baiklah Nona"
Aku menoleh pada Daff dengan tatapan serius, mengisyaratkan untuk menyetujui rencanaku ini, Daff hanya mengangguk pelan.
Beberapa menit kemudian Ahzar masuk ke kamar, setelah menyelesaikan perbincangannya dengan lawan bicaranya melalui telpon.
"Apa yang terjadi?". Tanya Ahzar datar
Aku dengan spontan menyembunyikan tas merah itu dari tanganku.
"Aku sudah memberikannya multivitamin, sepertinya Nona secepatnya pulih". Jawab Bi Ama sopan
"Apa yang akan kita lakukan? Atau kita perlu bantuan dokter?"
"Tidak! Tidak! Aku tidak mau". Aku menjawab pernyataan Ahzar dengan spontan
"Kenapa?". Tanya Ahzar lagi
"Aa.. Aku ___". Kalimatku terpotong
"Tidak perlu tuan muda, Nona hanya butuh istirahat yang cukup, sepertinya ia kelelahan". Sela Bi Ama
"Oohhh.. Benarkah? Apa yang ia lakukan? Jika 1x 24 Jam belum ada perbaikan juga, kita harus menghubungi dokter, Daff".
"Baik tuan muda". Daff mengangguk
"Tidak!". Aku membantah
Ahzar menoleh ke arah ku dengan tatapan tajam.
"Maksudku tidak perlu, Aku sudah pulih, benar-benar sudah pulih". Sorak ku bangun dari tempat tidur
"Hmm.. Demikian". Ahzar melebarkan senyumnya.
"Iya! Aku benar-benar sudah pulih!".Ucapku menyakinkan
"Hmmm.. Kau lucu sekali seperti itu, kau tak perlu berpura-pura begitu, sekarang istirahatlah". Ucap Ahzar sebelum hilang di balik pintu
Tiba-tiba kepalaku pusing lagi, rasa mual itu datang lagi, aku kehilangan keseimbangan tubuhku. Kepalaku rasanya sedang diputar tujuh keliling
"Uweekk... Uweekk". Spontan Bi Ama menyambut tubuhku yang hampir ambruk di lantai ini.
"Saya bantu Nona untuk ke tempat tidur lagi ya". Ucap Bi Ama menuntunku
"Aku mau ke kamar kecil dulu Bi Ama".
"Baiklah, kita langsung coba alat itu ya". Tawar Bi Ama sopan
"Nanti saja Bi Ama, aku belum siap, nanti akan ku coba sendiri"
"Baiklah, Beri tahu saya apapun hasilnya ya Nona". Pinta Bi Ama
Aku hanya mengangguk menyetujui pinta Bi Ama.
***
Setelah dua hari semenjak hari itu, aku berusaha menguatkan diri agar terlihat baik-baik saja di depan Ahzar.
"Sepertinya sudah pas". Aku menghabiskan waktuku di depan cermin untuk bersolek, agar terlihat segar sebelum bertemu Ahzar.
Ahzar telah menunggu di meja makan untuk sarapan pagi ini.
"Pagi". Sapaku seperti biasanya
"Pagi sayangku". Jawab Ahzar sambil melirikku terpana
"Pagi Nona". Sapa Bi Ama
"Kamu cantik hari ini". Ucap Ahzar seraya memencet hidungku
"Jadi, maksudmu biasanya".
"Biasanya cantik, hari ini lebih cantik". Puji Ahzar.
Aku tidak mengharapkan Ahzar untuk memujiku, Aku hanya ingin terlihat segar dan baik-baik saja di depan Ahzar.
"Aku ingin kamu seperti ini terus setiap harinya". Bisik Ahzar di telingaku.
Bi Ama yang berdiri di sisi meja makan mengembangkan senyumnya, aku tahu Bi Ama bermaksud untuk menggoda kami, tetapi sudah ku cegah terlebih dahulu dengan menatap Bi Ama tajam.
"Bi Ama, Nadine lebih cantik kan hari ini?". Tanya Ahzar pada Bi Ama
"Sangat cantik Tuan muda". Ucap Bi Ama singkat
"Hahaha". Ahzar tertawa puas.