Episode 2: Suami Kontrak, Aturan Dingin

338 Words
Hari pertama tinggal satu atap dengan Arka adalah mimpi buruk bagi Kirana. Rumah megah itu terasa seperti istana es - dingin, sunyi, dan tanpa kehangatan sedikit pun. Arka bahkan tidak menoleh ketika mereka masuk ke rumah. “Kamarmu di lantai dua, sebelah kanan. Jangan ganggu aku,” ucapnya sambil berjalan ke ruang kerja. Keysha mengangguk pelan. Dia tahu posisi dirinya hanya istri kontrak. Tidak berhak menuntut, apalagi berharap. ** Hari-hari berikutnya berjalan monoton. Mereka tidak pernah sarapan bersama. Arka sibuk dengan rapat, Kirana hanya menghabiskan waktu di kamar, membaca atau memandangi jendela. Tapi suatu malam, Kirana mendengar suara teriakan dari ruang kerja. Ia mengintip - Arka marah saat teleponan. Suaranya bergetar, bukan karena emosi... tapi karena luka. “Kenapa kamu ninggalin aku saat aku butuh kamu...” gumam Arka, lirih, setelah menutup telepon. Kirana terpaku. Untuk pertama kalinya, dia melihat Arka bukan sebagai pria sombong, tapi seseorang yang sedang terluka. ** Pagi harinya, Kirana menyeduh teh dan meletakkannya di meja kerja Arka. Tanpa berkata apa-apa, ia pergi. Arka menatap teh itu lama, dan untuk pertama kalinya... senyumnya muncul, walau sangat tipis. ** Beberapa hari berlalu, dan Kirana mulai mengenal ritme hidup di rumah besar itu. Meski Arka selalu menjaga jarak, ia memperhatikan kebiasaan suaminya yang tertata rapi dan disiplin. Suatu sore, saat hujan turun deras di luar, listrik kembali padam. Kirana yang sedang duduk di ruang tamu mendengar suara langkah kaki mendekat. “Bawa ini,” suara Arka terdengar dari belakangnya, sambil menyerahkan sebuah selimut hangat. Kirana terkejut tapi menerima dengan malu-malu. Itu pertama kalinya Arka menunjukkan perhatian secara langsung. Malam itu, mereka duduk berdampingan, ditemani cahaya lilin yang redup. Keheningan yang biasanya dingin berubah jadi sesuatu yang hangat, meski tanpa kata-kata. Kirana mulai merasa pernikahan kontrak ini seperti labirin misteri yang harus dia telusuri. Sementara itu, di balik sikap dinginnya, Arka menyimpan luka yang belum sembuh. Dan Kirana bertanya-tanya, apakah perasaan bisa tumbuh di antara mereka? Atau mereka hanya sedang berakting dalam peran yang tak ingin mereka mainkan? Kontrak ini belum selesai, tapi sudah mulai mengubah segalanya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD