9.1

1320 Words

Waktu dengan cepat berlalu. Sudah dua bulan lamanya sejak peristiwa di mana Chandra berani membentak Braga. Hubungan ayah dan anak itu tidak kunjung membaik. Malah semakin memburuk. Braga yang terlanjur kecewa dengan semua kebohongan putrinya, dan Chandra yang gengsi meminta maaf atas semua kesalahannya. Chandra sekeras kepala itu. Dan tentu saja itu adalah turunan dari Braga sendiri. Karena nyatanya, jika Braga tidak sekeras kepala Chandra, semuanya akan baik-baik saja. Braga bisa menanyakan semuanya dengan baik-baik. Namun sikap keras yang pria itu miliki seakan sulit dihilangkan. "Ma, kebaya Chandra mana?!" Teriak Chandra. Hari ini adalah hari wisuda Chandra. Tapi sedari tadi wanita muda itu sibuk mencari bajunya. Bahkan sudah sejam lebih Chandra hanya sibuk berkeliling kamar dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD