Hari-Hari Setelah Badai Tiga minggu berlalu sejak Rafael mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi pemimpin Rumah Lia. Secara formal, ia tidak lagi menjadi pengambil keputusan tertinggi. Tapi secara emosional, spiritual, dan moral, semua yang tinggal di rumah itu tetap menatapnya sebagai poros yang menjaga napas mereka tetap utuh. Anak-anak masih memanggilnya Papa Raf. Saras masih meminta pendapatnya meski tidak dalam rapat resmi. Toni masih berkonsultasi sebelum mengambil langkah keamanan apa pun. Dan yang terpenting, Rafael masih menulis setiap malam di Buku Nafas Lia, meski ia tidak lagi tahu untuk siapa tulisan itu kini ditujukan. Untuk Lia? Untuk dirinya? Atau untuk dunia yang terus berubah tanpa henti? Tapi satu hal pasti: ia masih di sini. Dan itu sudah cukup... untuk hari ini

