Bab 33

1501 Words

Surat Undangan yang Palsu Pagi itu, Rafael menerima sebuah surat berkop resmi. Cap Kementerian Sosial terpampang jelas di pojok kiri. Surat itu mengundangnya menjadi narasumber di sebuah acara diskusi tertutup, di salah satu resort pelatihan rehabilitasi anak, di kawasan Puncak. Rafael sempat tersenyum tipis. “Tampaknya dunia mulai benar-benar percaya.” Namun, ada yang janggal. Saras memeriksa surat itu dan menyadari bahwa nomor referensinya tidak tercatat dalam sistem resmi. “Ini jebakan,” katanya cepat. “Cap-nya memang asli, tapi format kalimatnya... terlalu ‘manis’.” Toni menambahkan, “Aku cek lokasi itu. Resort itu udah kosong sejak 3 bulan lalu. Pernah disewa acara keagamaan, terus tutup renovasi. Tapi minggu ini nggak ada agenda.” Rafael diam sejenak. “Kalau ini ulah Reza, ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD