Bab 101

1263 Words

Rafael duduk di meja kerja kecilnya malam itu, cahaya lampu belajar menerangi tumpukan berkas dan map cokelat yang baru saja diserahkan oleh petugas LPA. Wajahnya tegang. Isinya adalah pemberitahuan resmi: permintaan mediasi dari pihak ayah Mitha, lengkap dengan surat dari pengacara pribadi pria itu. Rafael tahu, ini bukan sekadar gugatan. Ini ancaman. Ia membuka ponselnya. Lama ia menatap daftar kontak, sebelum akhirnya berhenti pada satu nama yang sudah bertahun-tahun tak ia sentuh: “Ari – Dulu Jaksa, Sekarang Pengacara.” Jari Rafael ragu. Ari adalah salah satu dari sedikit orang yang pernah melihat sisi gelapnya—waktu ia masih berdiri sebagai bos pengedar narkoba, waktu Rafael adalah ancaman bagi hukum itu sendiri. Tapi Ari juga satu dari sedikit orang yang tahu Rafael bisa berubah.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD