Ch.7

547 Words
Usai b******a segera Alena membersihkan dirinya kemudian memakai pakaian kerjanya kembali dan bergegas menuju lantai bawah tempatnya bekerja. Jalang..? apakah aku seburuk itu di matanya? Kini matanya kembali berkaca-kaca. Pintu lift terbuka, Alena melangkah tergesa-gesa mengingat jam istirahat sisa setengah jam lagi, dan bahkan dia juga belum makan siang. Begitu tergesa nya hingga ia tak memperhatikan keadaan sekitar dan bruk!! Alena menabrak seorang pria yang tak kalah tampan dari Jimmy. “Ma.. maafkan saya tuan..” pintanya dengan gugup. Alex, pria yang ia tabrak mengibas-ngibaskan kemejanya, “Tidak apa-apa... lain kali kau harus lebih berhati-hati.. em... nona..?” “Alena.. namaku Alena..” imbuhnya seraya mengulurkan tangan. “Aku Alex Ferdinan, senang bertemu denganmu.. em apakah kau tahu di mana kantinnya?” Seseorang yang memperhatikan mereka berdua dari lantai atas, menatap Alena dengan begitu geram hingga rahangnya mengeras, Menjadi wanitaku masih tidak cukup jugakah? *** Sesampainya mereka berdua di kantin Alena hendak berpamitan namun Alex menahannya, “Jangan pergi.. setidaknya kau harus menemai aku makan siang.. ayo duduk dan pesanlah..” “Terimakasih tuan.. tapi..” “Sssttt.... cepat duduk...” Alena menurutinya dan segera duduk, “Alena panggil aku Alex.. jangan tuan..” Sepasang kaki melangkah mendekati mereka dengan wajah dingin yang tanpa ekspresi, “Oh.. kufikir siapa.. Alex..” “Jimmy... wah senang sekali bisa melihatmu disini..” “Hm.. kencan?” menatap tajam pada Alena, “Alex.. kuperingatkan.. berhati-hatilah dengan jalang yang berkedok manis!” “Jalang? Siapa?” tanya Alex dengan bingung. Tatapan mata Jimmy yang mengarah kepada Alena membuat Alex mengerti siapa yang dimaksudnya,  “Jimmy... menjauhlah..” Kalimat itu membuat Alena tercengang, harga diri yang baru saja di jatuhkan Jimmy, kini telah terangkat meskipun sedikit. “Berhenti memandangnya seperti itu, aku yakin dia punya alasannya sendiri..” “Hm?” terkekeh dengan menatap sinis, “Benar, sebuah alasan dan membiarkan wanita itu menjual tubuhnya dengan ... ” Plak!! Tanpa sadar Alena menampar wajah Jimmy, pria yang dia sukai secara diam-diam. “Alex.. dia benar, aku hanyalah wanita jalang.. demi uang..” air matanya menetes, “Demi uang aku rela menjual kesucianku padanya.. jadi ku mohon menjauhlah dariku!” tak kuasa menahan tangis segera Alena lari meninggalkan mereka berdua. Alex menatap geram pada Jimmy, ia begitu kesal namun ia juga tak ingin mencampuri urusan mereka terlalu dalam, “Jika kau sudah puas, menyingkirlah! Jangan mengganggunya!” 1 minggu setelah insiden memalukan itu Alena sudah tidak masuk kerja lagi, bukannya bolos melainkan ia telah resign dari hotel delux. “Kemana lagi aku harus mencari pekerjaan?” mengusap kening yang ditumbuhi keringat, di bawah terik matahari Alena tak putus asa. Beristirahat sejenak di sebuah kedai teh, menikmatinya dengan semilir angin yang begitu menyejukan nya, Baiklah.. aku tidak boleh menyerah.. ia mengepalkan tinjunya ke udara. 2 hari berlalu namun Alena masih belum mendapatkan pekerjaan, melemparkan surat lamaran kesana kemari namun belum membuahkan hasil. *** Hotel Delux.. Jimmy begitu emosi, wajahnya memerah tak lama kemudian meja kaca di hadapannya pecah menjadi beberapa bagian. “b******k! Berani sekali kau bermain-main denganku..” menatap geram pada potongan kaca yang memantulkan bayangan dirinya, “Alena!! Akan kuberi kau pelajaran!” Siang itu Jimmy bergegas masuk kedalam mobilnya, mengemudikan nya dengan kecepatan maksimal menuju kediaman Alena. ------- Hai... masih sehat ya minna-san... aamiin... jangan lupa like, comment, votte nya ya..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD