Jangan Panggil Pemuda Lusuh

1747 Words
 • Jangan Panggil Pemuda Lusuh Banyak orang yang telah berkumpul, sambil membawa wine di tangan kanan mereka, orang orang itu tampak menikmati pertunjukan yang dibuat oleh Mingzhi dan orang dari kekuarga Nalan. Nalan Jiude terus berusaha mendekati Mingzhi dengan tangannya yang pendek dan berisi itu, sedangkan ayahnya Nalan Meng terus mendorong Mingzhi sekuat tenaga. “Itu Tuan Nalan, kenapa dia sampai terlihat semarah itu?” “Apa pemuda tampan itu baru saja menyinggungnya?” “Disini juga ada Nona Muda Qi dari Keluarga Besar Qi yang terkenal, sebenarnya situasi macam apa ini?” “Ini lucu, aku tak pernah melihat Tuan Nalan Meng dengan wajah merah dan sepertinya akan meng ungu, dia terlihat seperti sedang mendorong beton, apa anak itu seberat itu ya? Hahaha.” “Ayo! Semangat! Semangat tuan Nalan! Sepertinya lemak di tubuhmu itu mulai terbakar, hahahaha!” Nalan Meng semakin kesal mendengar olokan orang-orang yang diarahkan pada dirinya. “Sial@n, anak ini.... Dia berhasil mempermalukanku di depan orang-orang... Bocah! Orang miskin seperti dirimu lebih baik ketahui saja dimana tempatmu berada!” pikir Nalan Meng. Dengan perasaan geram itu Nalan Meng langsung menampar wajah Mingzhi. PLAKKK! suara tamparan itu mengheningkan orang-orang yang melihatnya, Nalan Meng tersenyum bangga setelah melakukannya. “Heh! Bagaimana?” “Apa ada nyamuk di wajahku???” dengan tatapan yang penuh dengan intimidasi, Mingzhi menatap langsung mata Nalan Meng dan membuat Nalan Meng mundur ketakutan. Mingzhi lalu mendorong Nalan Jiude jatuh dan mendekati Nalan Meng untuk memberikan tamparan yang serupa. PLAKKK! Nalan Meng terjatuh sambil memegangi pipinya yang gembul itu. Dengan kaki sedikit bergetar Nalan Meng berusaha merangkak mundur. “Wah.... Pemuda itu memukul Tuan Nalan begitu saja.” “Siapa dia? Kenapa dia sangat berani melakukan hal itu?” “Bocah Sial@n! Beraninya kau mendorong anakku dan menamparku di depan banyak orang, jangan berpikir kau akan lolos setelah berani melakukan itu padaku. Aku adalah Nalan Meng! Seorang Manajer Pemasaran dan Prosuksi dari industri kosmetik paling ternama O.Three.O. Dengan koneksi yang aku miliki, maka aku bisa dengan mudah menghubungi setiap perindustrian untuk tidak menerima Bocah Sombong sepertimu bekerja dimanapun!” ujar Nalan Meng. Semua orang terlihat sependapat dengan apa yang dikatakan oleh Nalan Meng. “Benar juga, bagaimanapun Tuan Nalan memiliki koneksi yang sangat luas.” “Kalau anak ini tidak mau meminta maaf maka dia tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah.” “Kasihan sekali, lebih baik membungkuk sedikit daripada harus kehilangan pekerjaan di masa depan.” Mendengar kata itu Mingzhi menjadi sangat bersemangat. “Membungkuk? Seorang Mingzhi yang memiliki System Curang harus membungkuk? Heh! Hanya sekumpulan orang-orang konyol,” kata Mingzhi dalam hati. “Lihat Nak! Kau dengar itu...” “Kau suruh aku melihat atau mendengar?!” sela Mingzhi. “Kuhhh! Aaaa.... Pokoknya perhatikan saja! Bukannya kau dengar sendiri bagaimana orang-orang itu bilang, kan? Minta maaflah! Atau kau akan kehilangan pekerjaanmu di masa depan.” “Ayah! Aku tidak ingin dia hanya meminta maaf, dia harus menjilat sepatuku, baru aku akan puas.” “Haha! Benar! Minta maaf terlalu ringan untuk bocah yang telah mempermalukanku dengan sebegitu parahnya. Sekarang turuti saja aku! Jika kau mau menjilat sepatuku dan sepatu anakku sampai mengkilap dan meminta maaf tiga kali... Ah! Sambil menampar dirimu sendiri maka aku akan memaafkanmu.” Mingzhi menggelengkan kepalanya sambil menghela nafas, tangan kanannya memegang dahinya. “Mungkin jika kau berhasil melakukannya maka aku juga akan memberikanmu kemudahan untuk mendapat sebuah pekerjaan, atau... Kau bisa saja langsung jadi kacungku di perusahaan tempatku bekerja, bagaimana?” Qi Qiu Wei mendekati Mingzhi dan lalu berbisik. “Kakak Su, orang ini sudah keterlaluan. Apa kau mau aku mengurusnya untukmu?” “Biarkan saja, aku masih bisa mengatasi yang satu ini dengan caraku.” Qi Qiu Wei lalu mengangguk dan menjauhi Mingzhi. “Ayo... Kau pasti belum pernah merasakan sepatunya orang kaya kan? Jadi inilah kesempatanmu. Jangan ragu-ragu Nak, aku yakin ini masih hangat, nikmatilah! Hahahahaha” PLAKKK! Mingzhi menepuk tanganya sekali dengan keras. “apa yang kau tertawakan? Jangan tertawa... Aku tidak mau menjilat sepatumu jika aku ditertawakan.” “Kakak Su?!” Mingzhi mengisyaratkan Qi Qiu Wei untuk mundur menggunakan isyarat tangan. “Aku mungkin akan menjilatnya jika kau berhenti tertawa.” “Hoho.... Pilihan bijak Nak, jarak antara kau dan pekerjaanmu hanya sejauh wajahmu dan kakiku, ini sudah dekat loh, aku janji aku tidak akan tertawa.” “Haha! Bagus ayah! Bagus! Setelah ini biar giliranku untuk mempermalukannya,” imbuh Nalan Jiude. Mingzhi perlahan mendekati Nalan Meng. “Bagus Nak, Bagus... Kau semakin dekat dengan masa depanmu.” Mingzhi sudah berada di hadapan Nalan Meng, mata Mingzhi sudah mengarah pada sepatu Nalan Meng dan pandangan Nalan meng ke arah wajah Mingzhi, dengan pandangan dan senyuman yang penuh rasa merendahkan dan kelicikan itu, Nalan Meng terus menatap wajah Mingzhi. “Ini akan menjadi tontonan yang menyenangkan ketika anak itu benar-benar menjilat sepatu Nalan Meng.” “Sepertinya Tuan Nalan diberkahi oleh keberuntungan hari ini.” “Kau benar, hahahah! Aku cukup kasihan pada anak itu, tapi aku juga ikut bersimpati, setidaknya dia memikirkan apa yang terbaik untuk masa depannya.” “Yah... Walaupun harus dengan menjilat sepatu Tuan Nalan Meng.” “Orang rendahan sepertinya harus mengetahui dimana dia harus berada, dan itu di bawah kaki kita para orang elite!” Mendengar ucapan terakhir dari orang-orang disekelilingnya membuat Mingzhi kesal dan melupakan apa yang telah ia rencanakan dari awal. Mingzhi menginjak kaki Nalan Meng dengan sangat keras. Nalan Meng mencoba berteriak tapi dengan cepat tangan Mingzhi menutup mulut Nalan Meng. “Apa kau tertawa?! Sudah kubilang untuk tidak menertawakanku, kan!” “Ah... Sial@n, tadinya aku sudah merencanakan untuk tidak menginjak kakinya terlalu keras, ha... Aku jadi kelepasan deh,” sambung Mingzhi dalam hatinya. Mingzhi lalu menampar Nalan Meng sekali lagi. “Kenapa kau tidak menjawanku? Apa kau tertawa tadi?” sambil menampar Nalan Meng, Mingzhi mengatakannya. “Aku berteriak, bukan sedang tertawa....” kata Nalan Meng sambil terus menerima tamparan dari Mingzhi. Orang-orang yang melihat itu sangat terkejut dan tidak menyangka kalau Mingzhi malah akan menginjak Nalan Meng. “Dia malah menginjak kaki Tuan Nalan.” “Ah! Berani sekali anak itu.” “Siapa dia sampai berani bertindak tidak sopan seperti itu pada Tuan Nalan Meng? Padahal hanya bocah miskin dengan pakaian lusuh, beraninya dia membuat keributan disini!” Dari keramaian itu seseorang mencoba menyela masuk ke tengah-tengah. “Permisi, biarkan aku lewat. Tolong beri jalan untukku. Terimakasih.” Nyonya Wu Meilin muncul di tengah keramaian itu. Saat dia melihat Mingzhi yang ada disana sebagai pusat dari kekacauan itu Nyonya Wu sedikit terkejut. Mata Nalan Meng langsung bisa mengenali dan melihat Nyonya Wu yang merupakan direktur dari tempat dia bekerja. “Nyonya Wu! Nyonya Wu! Anda ada disini... Beruntungnya saya karena melihat ada anda disini.” Mingzhi lalu menoleh kebelakangnya dan melihat Nyonya Wu, Mingzhi lalu melepaskan Nalan Meng dengan sedikit mendorongnya ke belakang. “Nyonya Wu! Tolong saya, Nyonya. Pemuda tidak beradab ini menyakiti saya dan anak saya, tolong berikan keadilan kepada saya,” dengan wajah memelas pria gemuk bernama Nalan Meng itu mengucapkannya. “Nyonya Wu ada disini, ah... Tamat sudah, Nyonya Wu itu adalah atasannya Tuan Nalan Meng.” “Bagaimanapun setelah Tuan Nalan Meng dipermalukan, Nyonya Wu sebagai atasannya pun pasti ikut malu, berakhir sudah bocah tak sopan ini.” “Ku dengar... Nalan Meng baru saja menaikkan omset penghasilan Perusahaan Keluarga Wu akhir-akhir ini.” “Dengan pencapaian seperti itu pasti Nyonya Wu akan mempertahankannya dengan memberikan keadilan untuknya.” “Kau benar!” “Haha... Benar! Tamat sudah riwayatmu bocah lusuh! Ada Nyonya Wu dipihakku, meskipun kau adalag menantu dari Keluarga Qi sekalipun, Tuan Qi pasti lebih mempertimbangkan untuk memutuskan hubungan itu denganmu. Daripada diriku yang seorang Manajer, dirimu yang bukan apa-apa tidaklah memiliki nilai untuk dipertahankan oleh Keluarga Qi.” “Heh! Ini seperti menembak burung dengan satu pelor. Kau akan di permalukan dan pertunanganmu akan gagal,” sambung Nalan Meng dalam hati. “Nalan Meng... Kau dipecat!” Kalimat yang baru saja keluar dari mulut Nyonya Wu Meilin itu membuat semua orang terpaku, termasuk Nalan Meng yang hanya bisa menganga setelah mendengarnya. Untuk beberapa saat akhirnya Nalan Meng mampu untuk angkat bicara. “Nyonya Wu?! Bagaimana bisa anda memecat saya? Bukankah terakhir kali saya sudah membuat perusahaan anda untung besar? Pemasaran Produk itu bisa sukses berkat bantuan saya... Lalu bagaimana anda dengan gampangnya memecat saya? Tolong beri penjelasan soal ini!” “Kau pikir darimana asalnya produk sebagus itu? Produk itu tidak bisa dihasilkan melalui penelitian dari perusahaanku, orang yang kau singgung itulah... Orang yang kau singgung itulah yang membuat formula produk itu!” ujar Wu Meilin dengan nada tinggi dan wajah yang terlihat kesal. “Nak Su, atas perilaku dari salah satu bawahanku yang kurang ajar ini... Aku meminta maaf padamu.” kata Wu Meilin sambil membungkuk ke arah Mingzhi. “HeeeeeeeHhhhh?” dengan serempak orang-orang menyerukannya dengan ekspresi mereka yang terlihat kaget. “Kenapa Nyonya Wu malah membungkuk ke pemuda lusuh itu?” “Apa ini? Apa itu artinya?” “Nyonya Wu baru saja bicara tentang formula, apa dia baru saja mengatakan bahwa pemuda lusuh itu adalah orang yang menciptakan produk yang saat ini sedang digandrungi oleh banyak orang?” “Ah! Yang itu?! Aku dan istriku bahkan memakainya, apa benar anak muda itu yang membuatnya?” Nalan Meng dan Nalan Jiude merasa lunglai... Kakinya tidak kuat berdiri dan akhirnya mereka bertekuk lutut. “Bagaimana? Bagaimana bisa berakhir seperti ini?” “Nalan Meng! Mulai besok jangan datang ke kantor lagi, aku akan menyuruh seseorang untuk mengemas barang-barangmu.” Qi Qiu Wei langsung berlari ke arah Mingzhi dan memeluknya. Semua orang lagi-lagi terkejut melihat Nona Muda Keluarga Besar Qi malah memeluk pemuda yang kata mereka lusuh itu. “Kakak Su, Syukurlah... Aku sempat khawatir, tapi sepertinya semuanya baik-baik saja. Aku tidak menyangka kalau Kakak Su itu sehebat ini.” “Hahaha... Keponakan Qi, kehebatan Nak Su bukan hanya sebatas itu saja, Nak Su itu lebih hebat daripada apa yang bisa Keponakan Qi lihat saat ini, jika Keponakan Qi tidak menjaganya dengan baik maka Bibimu ini akan memberikan Nak Su pada anaknya, bagaimanapun juga Bibi mempunyai dua anak cantik yang tidak kalah dari Keponakan Qi,” ujar Wu Meilin sambil tersenyum ke arah Mingzhi. Seseorang bertepuk tangan sambil menghampiri Mingzhi. “Hebat! Hebat! Sangat luar biasa! Aku melihat semuanya... Memang sepantasnya Menantuku punya sikap seperti itu, luar biasa Nak!” kata Pak Tua Qi Laoze sambil menepuk bahu Mingzhi. “Jadi selama ini orang yang kita panggil pemuda lusuh itu sebenarnya adalah menantu Keluarga Besar Qi????!!!!”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD