Bab 18. Izin

1260 Words

“Jadi diapain tadi sama Pak Adam?” tanya Putri saat mereka hendak ke kelas terakhir dan kebetulan saja semester ini dia banyak mengambil kelas yang sama dengan Putri. "Dikasih duit," sahutnya jujur membuat teman-temannya berdecak. "Gue juga mau berdiri di depan kelas hampir dua jam cuma buat dikasih duit." Dita menjawab asal sambil menjitak kepala Alara. "Sakit ih!" Ia mengelus kepalanya, seketika Alara mengernyit, “Tapi beneran si Aqila udah mulai konsul judul sama Pak Adam?” Putri mengendikkan bahunya. “Gue kurang tahu. Menurut gosipnya sih gitu. Tapi bukan konsul mungkin lebih ke nanya-nanya dulu kali ya.” “Seketika gue iri sama Aqila. Dia bahkan udah ambil kuliah semester depan di semester pendek kemarin.” Alara mendesah pelan. “Next semester dia kayaknya cuma KKN doang ya. Ng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD