“Hmm, iya.” Alara menyahut saat Ara meneleponnya. “Iya, nanti kamu wa lagi ya, biar Mama nggak lupa.” Alara mengangguk mendengar ocehan putrinya. “Iya, bye.” “Telepon dari siapa?” tanya Dita ketika Alara kembali ke kursinya untuk membahas kerja kelompok yang diberikan oleh Bu Yunita. “Kok kayaknya penting banget harus ngejauh gitu.” Putri sendiri memilih menyipitkan mata curiga pada sosok Alara. “Ish, dari Mama gue. Minta bawa pulang roti gulung.” “Yaelah, kayak dari siapa aja harus ngejauh segala.” Alara hanya menyengir kemudian memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minumannya. Ya, saat ini Alara, Dita, dan Putri sedang berada di kafe untuk membahas tugas yang diberikan oleh Bu Yunita. Ia juga sudah meminta izin suaminya untuk pergi bersama temannya. Ara meneleponnya kare

