80. Perjodohan

2039 Words

Damar yang memang merasa malas dengan pertemuan itu tampak dengan sangat keras menyeret kedua koper di tangan kanan dan kirinya. Ia terus berjalan dengan langkah cepat. Tanpa memedulikan Kenanga, gadis berambut panjang itu yang sedikit kepayahan mengikuti langkahnya.  “Ma, kopernya ditaruh di mana?” tanya dia pada Mamanya.  Mira menoleh padanya, terdiam sejenak. Lalu menunjuk ke arah kamar tamu yang terletak di samping kiri rumah.  “Kamar tamu, letakkan saja di sana terlebih dahulu. Kalau nanti mau cari kamar lain. Dipikir nanti sajalah!” jawabnya tenang. Sambil tersenyum ramah. Ia melihat sekilas pada Kenanga dan melambaikan tangan ke arahnya.  “Ke sini cantik! Tante sudah masak banyak, yuk makan dulu! Pasti lapar kan?” sambungnya.  Damar hanya memutar bola matanya. Ia tak disuruh ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD