Damar pergi dari rumah Mamanya dengan perasaan kesal. Ia tahu, pasti akan dilibatkan dalam sebuah perjodohan. Tapi ia tidak menyangka. Jika hal itu akan dipaksakan oleh Mamanya. Padahal, selama ini Mira tidak pernah melakukan itu. Kalau Damar tak mau pada orang yang ia kenalkan. Paling ia akan diam. Lalu setelahnya akan mencari orang baru untuk dikenalkan lagi pada anaknya. Tapi, kali ini berbeda. Ia memaksa Damar untuk menerimanya. Agar melakukan perjodohan itu segera. Lalu menikah dan memiliki anak. Permintaan Mira terlalu muluk. Hingga membuat Damar merasa sangat kesal padanya. Pria itu mengendarai mobilnya dengan kencang. Ia sudah terlanjur mengambil cuti kerja. Tapi malah harus pulang sebelum jam makan siang. Datang ke kampus pun percuma. Dalam keadaan kesal semua yang dia kerjakan

