36. Dobel D

2032 Words

Langit begitu gelap. Namun, kelip bintang memberikan titik-titik cahaya yang mampu memberikan sedikit penerangan. Bulan yang memucat tampak runcing di kedua ujungnya. Melengkung indah, seperti sebuah senyuman. Kelelawar yang beterbangan menimbulkan derit suara yang memecah keheningan. Seharusnya, suasana itu tampak indah. Dengan semilir angin yang berembus dan menyapa kulit. Memberikan sensasi dingin dan juga sejuk. Tapi, dalam hati Damar semua itu kian menambah kengerian yang ia rasakan. Kejadian di kampus yang baru saja ia alami terus terngiang. Berputar-putar dalam ingatannya. Kilatan-kilatan ingatan itu membuat rambut-rambut halus di belakang lehernya meremang. Ia baru saja masuk ke halaman rumahnya. Buku-buku menutup pagar dan menggemboknya. Ia harus cepat-cepat masuk ke dalam rumah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD