Priska yang memang masih merasa kesal dengan kejadian sebelumnya hanya bisa mengomel sendiri. “Kalau mereka memang mau ketemuan, kenapa juga harus di depanku yang sedang ketiduran? Apa mereka sengaja melakukan itu di depanku? Apa Pak Damar ingin membalas perbuatanku yang terus menggodanya? Disti juga? Wah, sepertinya jurus-jurus maut telah dikeluarkan oleh gadis itu. Hingga membuat Pak Damar bisa menerimanya! Menyebalkan!” Ia berbicara sendiri, mengomel panjang lebar tanpa ada yang mendengarkan. Entakkan kakinya ke tanah menjelaskan perasaan kesalnya. Tentu ia merasa kesal. Ia terbentur bangku. Kemudian melihat ada si dobel D berdiri di depannya. Lalu si D jalang itu mengatakan sedang bertemu dengan si D galak. Ah, mereka memang pasangan serasi! Setidaknya hal itu memberikan dia kebe

